Dugaan penipuan berkedok investasi untuk pemasok program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyeret nama Hendra, sosok yang dikenal sebagai pendiri usaha kuliner Mafia Pentol. Sejumlah orang mengaku mengalami kerugian setelah menyetorkan dana dengan janji keuntungan tetap setiap bulan.

Salah satu korban, Atok Illah, mengaku pertama kali diajak bergabung dalam skema tersebut oleh seorang rekannya. Saat itu, ia ditawari menjadi pemasok siomay untuk kebutuhan program MBG di sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Sidoarjo dan Kediri.

Pada Januari 2026, Atok menginvestasikan dana awal sebesar Rp200 juta setelah dijanjikan imbal hasil 20 persen setiap bulan. Sebulan kemudian, ia kembali diminta menanamkan modal Rp100 juta untuk investasi di sektor lobster yang disebut akan menjadi bahan baku produksi pentol dengan pola keuntungan yang sama.

"Dia awalnya janji tanggal 27 Maret dapat keuntungannya, tapi meleset dengan alasan masih bergulir. Tapi di situ saya masih percaya," ujar Atok, Rabu (1/7/2026).

Menurut Atok, pembayaran yang diterimanya tidak sesuai dengan kesepakatan awal. Ia mengaku hanya memperoleh sebagian kecil keuntungan tanpa kejelasan mengenai pengembalian modal.

"Tapi, dia malahan awalnya ngasih 20 persen itu hanya dari hasil keuntungan, bukan termasuk modal, jadi awal-awal dia ngasihnya Rp5 juta, Rp4 juta, padahal saya naruh uang total di sana Rp400 juta," katanya.

>>> Paket Upgrade Red Bull Beri Peningkatan Performa Signifikan di GP Austria

Modal Bertambah Hingga Rp400 Juta

Atok mengatakan sempat menerima pengembalian dana sekitar Rp40 juta pada 8 April 2026. Setelah itu, ia kembali diminta menambah investasi sebesar Rp100 juta dengan alasan kebutuhan pembelian satu ton lobster.