Permintaan tersebut dipenuhi sehingga total dana yang telah disetorkan mencapai Rp400 juta.

"Akhirnya saya kasih lagi Rp100 juta, jadi total modal saya kan yang masuk Rp400 juta semuanya dan di situ saya tegaskan kalau 20 persen keuntungan yang kembali itu dari omzet," ujarnya.

Sejak dana terakhir diserahkan, komunikasi dengan Hendra disebut terhenti. Atok mengaku tidak lagi bisa menghubungi maupun menemui yang bersangkutan.

"Setelah (uang) saya masukin. Ternyata keuntungan dari hasilnya saja, modalnya enggak kembali. Terus sampai sekarang dia enggak ada kabarnya. Rumah produksi yang ada di Jalan Gunung Anyar itu juga sudah pindah," ungkapnya.

Korban Lain Bermunculan

Atok menyebut dirinya bukan satu-satunya pihak yang mengalami kerugian. Sedikitnya lima orang lain diklaim mengalami kejadian serupa dengan nilai kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

"Yang buat saya percaya mau investasi lagi ke dia waktu itu karena ada teman yang meyakinkan. Sekarang teman saya itu juga menghilang," tuturnya.

Korban mengaku telah berupaya mencari keberadaan Hendra dengan mendatangi lokasi usaha serta menghubungi melalui telepon maupun pesan singkat. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

"Saya sewaktu ke rumahnya itu hanya ketemu sama mertuanya, tapi dibilangnya si Hendra sudah jarang kesitu, gak kooperatif," katanya.

Perkara tersebut telah disampaikan ke Rumah Aspirasi Wakil Wali Kota Surabaya. Korban juga berencana membawa kasus itu ke kepolisian apabila tidak ada penyelesaian.

"Saya tadi ke Cak Ji, sudah ditelepon kan tapi sama orangnya juga enggak diangkat, ya mungkin nanti bakal lapor polisi kalau gini caranya," pungkasnya.