Pemerintah Indonesia terus berupaya menarik minat investor asing, termasuk dari Australia, untuk menanamkan modal di berbagai sektor strategis nasional.

Ajakan tersebut disampaikan Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu dalam forum Indonesia–Australia Business Summit.

>>> Penjualan Caroline.id Naik 51%, ASLC Percepat Ekspansi dan Branding

Ia mengajak para pengusaha Australia memperluas investasi di sektor hilirisasi industri, energi hijau, infrastruktur, hingga ketahanan pangan.

Langkah ini sejalan dengan target realisasi investasi sebesar Rp 3.414 triliun pada 2029 dan target pertumbuhan ekonomi nasional 8 persen yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Todotua, kerja sama yang lebih erat dengan Australia diharapkan dapat mempercepat pencapaian target tersebut.

Ia menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi besar di sektor-sektor strategis yang dapat menjadi peluang investasi bagi perusahaan Australia.

>>> 7 Fakta Wang Zhi One Piece, Bajak Laut Paling Misterius

Hilirisasi industri menjadi salah satu fokus utama, mengingat Indonesia kaya akan sumber daya alam yang perlu diolah di dalam negeri.

Sektor energi hijau juga ditawarkan sebagai peluang investasi, seiring dengan komitmen Indonesia dalam transisi energi.

Selain itu, infrastruktur dan ketahanan pangan menjadi sektor yang tak kalah penting untuk menarik minat investor Australia.

>>> 11 Tahanan Polres Kolaka Utara Kabur Usai Jebol Ventilasi Udara

Dengan berbagai insentif dan kemudahan berusaha yang terus ditingkatkan, pemerintah optimistis dapat merealisasikan target investasi yang ambisius.