Korlantas Polri Targetkan Pelat Nomor Ditutup dalam Operasi Patuh 2026
Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri bersiap melaksanakan Operasi Patuh 2026 dalam waktu dekat. Penertiban ini menyasar para pengendara yang sengaja memanipulasi pelat nomor kendaraan mereka.
Langkah tegas ini diambil karena maraknya fenomena pemilik kendaraan, khususnya roda dua, yang menutupi nomor polisi.
>>> BMS pada Mobil Listrik Otomatis Cegah Overcharge saat Pengisian Daya
Tindakan tersebut diduga kuat sebagai upaya untuk meloloskan diri dari rekaman kamera tilang elektronik.
Dilansir dari Detik Oto, aparat kepolisian dipastikan akan segera mengambil tindakan langsung di lapangan. Hal ini untuk mengatasi pelanggaran tersebut.
Jadwal dan Fokus Operasi
Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Pol. Aries Syahbudin mengumumkan bahwa Operasi Patuh 2026 dijadwalkan berlangsung dari 8 Juni 2026 hingga 21 Juni 2026.
"Operasi Patuh tahun ini lebih mengedepankan penegakan hukum berbasis digital melalui ETLE. Seluruh jajaran diminta mempersiapkan dukungan pelaksanaan secara maksimal," ujar Aries.
Aries menerangkan bahwa fokus utama penindakan kali ini menyasar jenis pelanggaran yang mengganggu kinerja Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).
>>> iCar Indonesia Perluas Jaringan Diler Bersamaan Peluncuran SUV V23
Petugas akan memburu kendaraan yang pelat nomornya dicopot, tidak dipasang, ditutup sebagian, atau dimodifikasi menggunakan stiker dan cat.
Menurut penjelasan Aries, manipulasi pelat nomor menjadi perhatian serius karena menghalangi kamera ETLE dalam mengidentifikasi data kendaraan secara elektronik.
Kendati demikian, pelanggaran berat lain seperti melawan arus lalu lintas akan tetap ditindak secara manual oleh petugas.
Formulasi penindakan dalam Operasi Patuh 2026 dirancang dengan porsi 60 persen berbasis ETLE, 30 persen melalui tilang konvensional, dan 10 persen berupa teguran simpatik.
>>> Honda Prelude Hybrid Meluncur di Indonesia, Warna Merah Paling Diminati
"Teguran simpatik tetap diberikan dalam situasi tertentu yang dinilai lebih efektif menggunakan pendekatan humanis. Namun porsinya tetap terbatas hanya 10 persen," katanya.
Update Terbaru
Israel Luncurkan Serangan Baru ke Lebanon, Area Dekat RS Dibom
Jumat / 03-07-2026, 09:23 WIB
Pilot Warga AS Tewas Ditembak OPM di Yahukimo, TNI Evakuasi Jenazah
Jumat / 03-07-2026, 09:23 WIB
Ronaldo Akhiri Kutukan Tak Cetak Gol di Fase Knock Out Piala Dunia
Jumat / 03-07-2026, 09:23 WIB
Strava dan 24 PSE Lain Terancam Diblokir Komdigi Gara-gara Belum Daftar
Jumat / 03-07-2026, 09:23 WIB
Indosat dan Arsari Group Luncurkan Infra Fiber Teknologi, Kelola 86.000 Km Jaringan Optik
Jumat / 03-07-2026, 09:23 WIB
China Tutup 12.200 Jurusan Kuliah di Tengah Tingginya Pengangguran Sarjana
Jumat / 03-07-2026, 09:23 WIB
Cristiano Ronaldo Cetak Gol, Portugal Sikat Kroasia dan Lolos ke 16 Besar
Jumat / 03-07-2026, 09:22 WIB
Naik Rp11.000, Harga Emas Antam Kini Dijual Rp2.651.000 per Gram
Jumat / 03-07-2026, 09:11 WIB
Komut Pertamina: Keselamatan Kerja Fondasi Utama Keandalan Operasional
Jumat / 03-07-2026, 09:11 WIB
Jerome Polin Sentil 'Negara Sakit' soal Vonis Nadiem, Yusril: Kalau Terbukti Ya Dihukum
Jumat / 03-07-2026, 09:11 WIB
Bank Mandiri Salurkan 3.360 Paket Makanan untuk Pekerja Rentan Lewat Livin' Berbagi
Jumat / 03-07-2026, 09:07 WIB
Kasur Jadi Tempat Sampah, Kisah Pria Numpang 4 Tahun yang Bikin Emosi
Jumat / 03-07-2026, 09:06 WIB
5 Parfum Lokal Unisex dengan Kemasan Mewah dan Unik yang Wajib Dikoleksi
Jumat / 03-07-2026, 09:06 WIB
Panduan Mengakhiri Polemik Lewat Klarifikasi Terbuka bagi Jurnalis Babel 2026
Jumat / 03-07-2026, 09:01 WIB






