close ads x

Dugaan Pengintaian Terungkap Sebelum Andrie Yunus Disiram Air Keras di Jakarta

Dugaan Pengintaian Terungkap Sebelum Andrie Yunus Disiram Air Keras di Jakarta

pelaku penyiraman air keras Andrie Yunus--

Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus di Jakarta Pusat memunculkan sejumlah temuan baru. Korban diduga telah diintai oleh orang tidak dikenal beberapa hari sebelum insiden tersebut terjadi.

Dugaan pengintaian itu diungkap oleh Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, Muhammad Isnur. Ia menyebut terdapat indikasi bahwa aktivitas Andrie Yunus telah dipantau sejak beberapa hari sebelumnya.

Dugaan Korban Sudah Dipantau



Menurut Isnur, sejumlah bukti menunjukkan adanya pemantauan terhadap korban sejak dari rumah hingga lokasi aktivitasnya.

Ia menyatakan pihaknya menemukan indikasi bahwa Andrie Yunus diikuti oleh pihak tertentu ketika beraktivitas di berbagai tempat.

Isnur menyebut dugaan pengintaian tersebut juga terjadi ketika korban berada di kantor Celios dan YLBHI pada hari sebelum peristiwa penyiraman.


Aktivitas orang-orang yang diduga mengikuti korban disebut terekam dalam kamera pengawas di beberapa lokasi.

Bukti Dikumpulkan Tim Investigasi

Bukti terkait dugaan pengintaian tersebut saat ini tengah dikumpulkan oleh koalisi masyarakat sipil yang membentuk tim investigasi mandiri.

Tim tersebut mulai bekerja sejak Kamis malam tidak lama setelah peristiwa penyiraman terjadi.

Isnur menjelaskan pembentukan tim investigasi independen dilakukan sebagai langkah antisipasi apabila proses pengungkapan kasus berjalan lambat.

Langkah ini diambil dengan mempertimbangkan pengalaman penanganan sejumlah kasus sebelumnya yang dinilai belum sepenuhnya terungkap.

Kronologi Penyiraman Air Keras

Peristiwa penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus terjadi pada Kamis malam, 12 Maret 2026.

Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, menjelaskan insiden tersebut terjadi sekitar pukul 23.37 WIB.

Saat itu korban sedang mengendarai sepeda motor di Jalan Salemba I–Talang, wilayah Senen, Jakarta Pusat.

Di lokasi kejadian, dua orang pelaku yang berboncengan sepeda motor diduga mendekati korban dari arah berlawanan.

Kedua pelaku disebut menggunakan satu sepeda motor dan masing-masing berperan sebagai pengemudi serta penumpang.

Setelah mendekati korban, salah satu pelaku diduga menyiramkan cairan yang menyebabkan luka pada korban sebelum akhirnya melarikan diri.

Sumber:

BERITA TERKAIT

Berita Lainnya