Perpanjangan masa tugas kapal induk USS Gerald R Ford untuk kedua kalinya memicu tekanan besar bagi ribuan prajurit Angkatan Laut Amerika Serikat dan keluarga mereka. Keputusan tersebut diambil di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.

Kapal induk terbesar milik AS itu telah berlayar sejak Juni 2025. Sejumlah awak mengaku mulai mempertimbangkan meninggalkan dinas setelah hampir satu tahun jauh dari rumah.

Penugasan Melewati Batas Normal

Dalam kondisi normal, penugasan kapal induk biasanya berlangsung sekitar enam bulan dengan kemungkinan tambahan beberapa bulan jika diperlukan. Namun, awak Ford telah berada di laut selama delapan bulan dan berpotensi menjalani penugasan hingga 11 bulan.

Awalnya, pada Oktober 2025, kapal dialihkan dari Mediterania ke Karibia untuk mendukung operasi penyitaan kapal tanker minyak serta misi terkait Venezuela. Memasuki awal 2026, awak kembali menerima kabar bahwa penugasan diperpanjang dan kapal akan bergerak ke Timur Tengah.

Foto satelit menunjukkan kapal tersebut melintasi Selat Gibraltar pada 20 Februari 2026 menuju wilayah timur.

Beban Kerja dan Tekanan Mental

Angkatan Laut AS saat ini mengoperasikan 11 kapal induk dengan jadwal rotasi ketat. Selain Ford, USS Abraham Lincoln juga dikerahkan ke Timur Tengah.

Tempo operasional tinggi menjadi sorotan. Pada April dan Mei 2025, USS Harry S Truman kehilangan beberapa jet tempur dalam operasi di Laut Merah, yang kemudian dikaitkan dengan tekanan misi berintensitas tinggi.

Seorang pelaut Ford mengungkapkan banyak kru merasa marah dan kecewa. Ketidakpastian waktu kepulangan disebut menjadi beban paling berat, terutama bagi mereka yang memiliki anak kecil.

Perpanjangan masa tugas membuat sejumlah awak berisiko melewatkan momen penting seperti ulang tahun, pernikahan, pemakaman, hingga kelahiran anak.