Deretan Kontroversi Pernyataan Menag Nasaruddin Umar dari Guru hingga Zakat
Menteri Agama Nasaruddin Umar kembali menjadi sorotan setelah pernyataannya mengenai zakat menuai polemik. Ia sempat menyampaikan bahwa meninggalkan zakat dapat membawa kemajuan umat, serta menyebut sedekah lebih populer dibanding zakat pada masa Nabi Muhammad SAW dan para sahabat.
Pernyataan tersebut memicu perdebatan publik dan berujung klarifikasi serta permintaan maaf. Sebelumnya, sejumlah pernyataan Nasaruddin juga sempat memancing kontroversi. Berikut rangkumannya.
1. Pernyataan tentang Profesi Guru
Pada September 2025, Nasaruddin Umar dikritik setelah potongan videonya beredar luas. Dalam pernyataan itu, ia mengatakan bahwa guru tidak seharusnya berorientasi mencari uang.
“Kalau mau cari uang, jangan jadi guru. Jadi pedaganglah,” ujarnya saat itu.
Ucapan tersebut dinilai sebagian kalangan melukai perasaan guru. Dalam klarifikasinya, ia menegaskan tidak bermaksud merendahkan profesi pendidik.
“Justru sebaliknya, saya ingin menegaskan bahwa guru adalah profesi yang sangat mulia seperti yang saya sampaikan,” jelasnya.
2. Pernyataan tentang Kekerasan Seksual di Pesantren
Kontroversi kembali muncul ketika ia menanggapi kasus kekerasan seksual di sejumlah pondok pesantren. Saat itu, ia menyampaikan agar kasus yang melibatkan oknum tidak membuat citra pesantren secara umum tercoreng.
“Jangan sampai hanya karena segelintir oknum, nama besar pesantren yang telah berjasa bagi bangsa ini tercoreng,” tuturnya.
Pernyataan tersebut menuai kritik dari berbagai pihak, termasuk sejumlah pegiat publik yang menyoroti data kasus kekerasan di lingkungan pendidikan berbasis agama.
Dalam penjelasannya, Nasaruddin menyatakan tidak ingin masyarakat bersikap alergi terhadap pesantren karena kontribusi historis lembaga tersebut bagi pendidikan bangsa.
3. Pernyataan soal Zakat
Terbaru, Nasaruddin Umar berbicara mengenai zakat dan sedekah. Ia menyebut bahwa zakat pada masa Nabi dan sahabat tidak populer, sementara sedekah lebih dikenal.
“Quran juga tidak mempopulerkan zakat. Pada zaman Nabi, zakat itu nggak populer. Pada masa sahabat juga nggak populer. Yang populer apa? Sedekah,” ujarnya.
Pernyataan itu memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat. Ia kemudian menegaskan bahwa zakat tetap wajib dan termasuk rukun Islam.
“Maksud pernyataan saya adalah ajakan untuk reorientasi pengelolaan dana umat dari sekadar zakat sebagai kewajiban zakat menuju optimalisasi beragam instrumen,” tandasnya.
Sejumlah polemik tersebut menunjukkan bahwa pernyataan pejabat publik dapat memicu interpretasi luas di tengah masyarakat, terutama ketika menyangkut isu keagamaan dan pendidikan.
Update Terbaru
AI Hidupkan Kembali Legenda Matematika, Pelajaran Mereka Mengejutkan
Kamis / 18-06-2026, 00:32 WIB
JLR Ubah Rencana, Baby Defender Tak Lagi Sepenuhnya Listrik
Kamis / 18-06-2026, 00:24 WIB
Real Madrid Resmi Rekrut Bernardo Silva atas Permintaan Jose Mourinho
Kamis / 18-06-2026, 00:24 WIB
RD Kongo Tantang Portugal di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Kamis / 18-06-2026, 00:12 WIB
KuPS Hadapi Vardar di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
Kamis / 18-06-2026, 00:09 WIB
BCA Finance Tawarkan Suku Bunga Mobil Baru 4 Persen, Berlaku Hingga Juni 2026
Kamis / 18-06-2026, 00:09 WIB
Koulibaly Kecewa Suporter Senegal Dilarang Terbang ke AS untuk Piala Dunia 2026
Kamis / 18-06-2026, 00:09 WIB
Ruben Amorim Bidik Goncalo Ramos untuk Perkuat Lini Depan AC Milan
Kamis / 18-06-2026, 00:09 WIB
Aryna Sabalenka Temui Psikiater Usai Tersingkir dari French Open 2026
Kamis / 18-06-2026, 00:09 WIB
Citilink Bagikan Mainan Blind Box MINISO untuk Penumpang Anak di 14 Rute
Kamis / 18-06-2026, 00:08 WIB
Bank Sentral Jepang Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 1 Persen
Kamis / 18-06-2026, 00:08 WIB
Lionel Messi Ungkap Alasan Menangis di Piala Dunia 2026
Kamis / 18-06-2026, 00:04 WIB
Kategori Rahasia Kucing: Anda Dianggap Sebagai 'Ibu Raksasa'
Kamis / 18-06-2026, 00:04 WIB
Maxime Pellegrini Targetkan Main di Liga Basket Amerika EYBL
Kamis / 18-06-2026, 00:00 WIB






