Sementara itu, Keith Fitzgerald dari Sea-Change Partners menggambarkan situasi ini sebagai penggantian komponen yang belum tentu mengubah sistem secara keseluruhan.

Oposisi di Pengasingan

Kelompok oposisi Iran di luar negeri dinilai masih terfragmentasi dan belum memiliki kepemimpinan tunggal yang solid. Ali J.S., mantan analis intelijen strategis di NATO Joint Warfare Center, menilai menghadirkan figur politik dari luar negeri memiliki keterbatasan legitimasi di dalam negeri.

Spektrum oposisi mencakup kelompok monarki yang berafiliasi dengan Reza Pahlavi, aktivis republik dan sekuler-demokrat di Eropa serta Amerika Utara, kelompok Kurdi di perbatasan barat Iran, hingga organisasi People’s Mojahedin Organization of Iran (MEK). Namun, dukungan domestik terhadap kelompok-kelompok tersebut dinilai terbatas.

Transisi kepemimpinan ini menjadi yang kedua sejak Revolusi Islam 1979. Meski bersejarah, arah akhir perubahan politik dan ekonomi Iran masih dipenuhi ketidakpastian.