Fokus kultum mengajak menjaga lisan, mengatur pola makan, serta memelihara kehormatan diri agar puasa benar-benar melahirkan ketakwaan.

5. Cinta dan Dzikir kepada Sang Khaliq

Dalil: QS. Al-Baqarah: 152 dan HR Muslim tentang shalawat

Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak dzikir dan shalawat. Dalilnya menegaskan bahwa mengingat Allah menghadirkan ketenangan, sedangkan shalawat mendatangkan rahmat.

Kultum dapat diarahkan pada ajakan membangun kedekatan spiritual yang konsisten, bukan hanya saat Ramadan.

6. Belajar Jujur dari Momentum Puasa

Dalil: Hadis Qudsi tentang puasa dan HR Bukhari tentang kejujuran

Puasa melatih kejujuran karena hanya pelaku dan Allah yang benar-benar mengetahui pelaksanaannya. Dari sini, kultum mengajak jamaah menjaga integritas dalam keseharian.

Pesannya menekankan kejujuran membawa pada kebaikan dan kebaikan mengantarkan pada surga, sedangkan dusta menuntun pada keburukan.

7. Refleksi Diri, Raih Kemenangan Hakiki

Dalil: QS. Al-Baqarah: 186

Kultum ini mengajak jamaah menilai ulang kualitas ibadah, agar Ramadan tidak berhenti pada tradisi dan kebiasaan, melainkan benar-benar melahirkan perubahan.

Ditekankan bahwa Allah dekat dan mengabulkan doa, sehingga momen Ramadan semestinya dimaksimalkan untuk memperbaiki iman dan perilaku.

8. Tolonglah Saudaramu, Maka Allah akan Menolongmu

Dalil: QS. Al-Ma’idah: 2, QS. Muhammad: 7, dan HR Muslim tentang saling menolong

Ramadan memperkuat kepedulian sosial. Kultum ini menegaskan perintah tolong-menolong dalam kebaikan dan takwa, serta janji pertolongan Allah bagi hamba yang menolong saudaranya.

Materi dapat ditutup dengan ajakan konkret: membantu sesuai kemampuan, baik dengan harta, tenaga, ilmu, maupun dukungan moral.

9. Selalu Ada Solusi pada Setiap Kesulitan Hidup

Dalil: QS. Al-Insyirah: 5–6

Ayat “sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan” menjadi penguat mental dan spiritual, termasuk di bulan Ramadan. Kultum ini menekankan bahwa kesulitan dan kemudahan berjalan beriringan.