Keberadaan kultum, misalnya setelah Isya, terkadang mendorong jamaah untuk tetap berada di masjid dan melanjutkan Tarawih bersama imam hingga tuntas.

Keutamaan Salat Tarawih

Salat Tarawih sendiri memiliki banyak keutamaan. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan, “Barang siapa yang berdiri (shalat malam) di bulan Ramadan karena iman dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

Tarawih juga menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, menghapus kesalahan, serta menjaga diri dari perbuatan dosa sebagaimana dijelaskan dalam hadis riwayat Tirmidzi tentang keutamaan qiyamul lail.

Meski penuh keutamaan, salat Tarawih berstatus sunnah muakkadah, yakni sangat dianjurkan tetapi tidak wajib.

Kesimpulan

Kultum Tarawih bukan kewajiban dan bukan pula sunnah khusus yang ditetapkan dalam rangkaian ibadah Tarawih. Hukumnya boleh selama dipahami sebagai sarana dakwah, bukan bagian wajib dari salat itu sendiri.

Yang terpenting, umat Islam tetap menjaga kemurnian ibadah sesuai tuntunan serta memaksimalkan keutamaan Ramadan dengan ilmu dan amal saleh.