Inggris Percepat Pembatasan Media Sosial Anak, Sejumlah Negara Ikuti Jejak Regulasi Indonesia
Pemerintah Inggris bersiap mengambil langkah tegas terkait akses anak dan remaja terhadap media sosial. Perdana Menteri Keir Starmer menegaskan kebijakan tersebut akan diputuskan dalam hitungan bulan, bukan tahun, meski belum tentu berbentuk larangan total bagi pengguna di bawah usia 16 tahun.
Dalam pernyataannya, Starmer menyebut pembatasan media sosial sebagai isu krusial yang membutuhkan kajian matang. Pemerintah membuka opsi pelarangan, namun tetap mempertimbangkan berbagai dampak yang mungkin timbul.
"Saya pikir ini adalah isu yang sangat penting sehingga kita perlu mempertimbangkan pelarangan sebagai salah satu kemungkinannya," kata Starmer.
Ia mengakui terdapat perdebatan kuat di kedua sisi. Lembaga perlindungan anak NSPCC, menurutnya, menilai larangan menyeluruh justru bisa mendorong anak-anak ke ruang digital yang lebih tertutup dan sulit diawasi.
"NSPCC, yang jelas merupakan organisasi yang sangat peduli dengan perlindungan anak, mengatakan tidak, itu akan mendorong anak-anak ke tempat yang lebih gelap lagi," ujarnya.
Starmer juga mengungkapkan aspirasi remaja usia 15 dan 16 tahun yang mengandalkan media sosial sebagai sumber informasi utama.
"Mereka berkata kepada saya, lihat, kami mendapatkan berita dari media sosial, kami tidak membaca koran," ucapnya.
Percepatan Regulasi dan Sorotan Chatbot AI
Pemerintah melalui Downing Street menyatakan akan mengajukan amandemen pada Rancangan Undang-Undang kesejahteraan anak dan sekolah serta RUU kejahatan dan kepolisian. Langkah ini bertujuan mempercepat penerapan aturan, termasuk penanganan chatbot berbasis kecerdasan buatan yang dinilai berpotensi membahayakan anak.
"Kami telah mengambil wewenang untuk memastikan kami dapat bertindak dalam hitungan bulan, bukan tahun," tegas Starmer.
Pemerintah juga menyoroti fitur aplikasi yang dianggap memicu kecanduan, seperti sistem pengguliran otomatis tanpa batas. Menurutnya, kondisi saat ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut.
Update Terbaru
VPN Online Gratis dan Aman 2026: Cara Buka Situs Terblokir Tanpa Aplikasi
Minggu / 31-05-2026, 23:31 WIB
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Indonesia U-19 vs Myanmar di Piala AFF U-19 2026
Minggu / 31-05-2026, 23:30 WIB
Dolar Melejit, Ini 5 HP Paling Worth It di 2026, Ada yang Cuma Rp1 Jutaan
Minggu / 31-05-2026, 23:29 WIB
Manfaat Sertifikat TKA 2026 untuk Daftar SPMB dan Jenjang Pendidikan
Minggu / 31-05-2026, 23:29 WIB
Resmi, Patung Mbah Belet Bakal Dikeluarkan dari Museum Saat Waisak 2026 di Borobudur
Minggu / 31-05-2026, 23:29 WIB
Update Harga HP Baru Rilisan 2026 dari Berbagai Merek Mulai Rp1 Jutaan
Minggu / 31-05-2026, 23:24 WIB
BMKG Peringatkan Gelombang Hingga 4 Meter, Pelayaran Diminta Waspada
Minggu / 31-05-2026, 23:24 WIB
5 Rekomendasi Kuliner Dekat Malioboro dan Tugu Jogja Terbaru 2026 yang Wajib Dicoba
Minggu / 31-05-2026, 23:24 WIB
23 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Mei 2026, Spesial Akhir Pekan Banjir Rank Up Koin
Minggu / 31-05-2026, 23:19 WIB
Alasan PSG dan Arsenal Gagal Dapat Penalti di Final Liga Champions 2026
Minggu / 31-05-2026, 23:19 WIB
5 Fakta Mengejutkan Jelang Fajar/Fikri di Final Singapore Open 2026
Minggu / 31-05-2026, 23:19 WIB
38 Kode Redeem FF Terbaru 31 Mei 2026: Klaim SG2 Golden dan MP40 Cobra
Minggu / 31-05-2026, 23:14 WIB
Resmi Gabung Barcelona Rp1,49 T, Anthony Gordon Buat Pengakuan Mengejutkan
Minggu / 31-05-2026, 23:14 WIB
Start P13 di Moto3 Italia 2026, Veda Ega Pratama Optimis dengan Strategi Khusus
Minggu / 31-05-2026, 23:14 WIB






