Situasi ini menjelaskan mengapa sebagian KPM tidak melihat saldo masuk meskipun secara nasional penyaluran bantuan telah berjalan.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengajak masyarakat ikut mengawasi distribusi bantuan sosial agar tepat sasaran.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi dalam menjaga, mengawasi, dan mengawal bansos agar diterima oleh mereka yang berhak,” ujar Saifullah Yusuf dalam penjelasan resminya.

Cek Saldo Lebih Mudah Lewat Ponsel

Pemerintah mendorong KPM memanfaatkan layanan digital untuk memantau bantuan. Bank penyalur telah menyediakan aplikasi mobile banking yang memungkinkan pengecekan saldo tanpa harus keluar rumah.

Apabila dana Rp600.000 sudah tercatat masuk, barulah KPM disarankan mendatangi ATM atau agen bank terdekat untuk penarikan.

Untuk memastikan status pencairan, KPM dapat melakukan beberapa langkah berikut.

  • Memeriksa status bantuan melalui laman resmi cekbansos dengan mengisi data sesuai KTP dan domisili.
  • Mengecek mutasi rekening melalui aplikasi mobile banking bank penyalur dengan rentang tanggal sekitar 5 Februari 2026.
  • Berkoordinasi dengan pendamping sosial atau pendamping PKH setempat untuk memastikan status SI atau SPM di sistem.
  • Memastikan KKS masih aktif dan segera menghubungi bank penyalur jika kartu tidak dapat digunakan meski saldo telah masuk.

Dengan munculnya status SI, BPNT tahap pertama tahun 2026 dinilai memiliki progres penyaluran yang lebih cepat. KPM diharapkan rutin memantau saldo dan mengikuti informasi resmi agar tidak tertinggal pencairan bantuan.