Bagaimana Nasib Aparat yang Tuding Penjual Es Gabus Pakai Spons?
Kasus penanganan penjual es gabus di Jakarta Pusat yang sempat dituding menggunakan bahan dari spons berbuntut pemeriksaan internal terhadap aparat yang terlibat.
Peristiwa ini bermula dari beredarnya video seorang anggota Bhabinkamtibmas yang menduga Sudrajat, pedagang es gabus, memakai bahan tidak layak konsumsi. Dugaan tersebut dengan cepat menyebar dan memicu perhatian publik.
Hasil Pemeriksaan Es Gabus
Menindaklanjuti polemik tersebut, Polres Metro Jakarta Pusat melakukan uji laboratorium terhadap es gabus yang dipermasalahkan.
Berdasarkan pemeriksaan tim Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes), produk es gabus dinyatakan aman dan layak dikonsumsi.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra menjelaskan hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukan kandungan berbahaya, termasuk material seperti PU Foam, busa kasur, maupun spons cuci.
Pemeriksaan Etik Aparat Kepolisian
Seiring dengan hasil uji tersebut, Polda Metro Jaya mengambil langkah dengan mendalami tindakan aparat yang melakukan penindakan awal terhadap pedagang.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyampaikan bahwa Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) melakukan penelusuran untuk memastikan tidak ada pelanggaran etika maupun kewenangan.
Polda Metro Jaya juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas munculnya persepsi yang kurang tepat dari tindakan personel di lapangan.
Penegasan Dukungan terhadap UMKM
Dalam penjelasannya, pihak kepolisian menegaskan tidak memiliki niat untuk menghambat aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah milik warga.
Kombes Pol Budi Hermanto menyatakan kepolisian memahami kekecewaan publik dan menekankan bahwa tujuan awal aparat adalah memberikan edukasi terkait keamanan pangan.
Baca juga: Daftar Parpol Berinisial K yang Disinggung dalam Kasus Korupsi Eks Wamenaker Immanuel Ebenezer
Update Terbaru
MRT Jakarta Berlakukan Tarif Rp1 pada 22, 27, dan 28 Juni
Minggu / 21-06-2026, 19:20 WIB
Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini
Minggu / 21-06-2026, 19:16 WIB
Grace Natalie Pamer Kaos Jokowi Berjaket PSI, Isyarat Gabung Makin Kuat
Minggu / 21-06-2026, 19:16 WIB
Sisi Lain Piala Dunia 2026: Mengapa Fanwar di Media Sosial Susah Diredam?
Minggu / 21-06-2026, 19:16 WIB
Fenomena Karoshi: Budaya Kerja Overwork Kini Jadi Krisis Global
Minggu / 21-06-2026, 19:12 WIB
MenPPPA Ajak Perempuan Aktif Lindungi Anak di Pendidikan Keagamaan
Minggu / 21-06-2026, 19:11 WIB
Harga Emas Antam Turun Rp 61.000 per Gram dalam Sepekan
Minggu / 21-06-2026, 19:11 WIB
Apakah Pompa Air Boleh Nyala Terus? Ini Cara Merawat yang Benar agar Awet
Minggu / 21-06-2026, 19:08 WIB
Mendagri Tinjau Program BSPS di Jayapura untuk Dukung Program Presiden
Minggu / 21-06-2026, 19:08 WIB
Spacesail China Sukses Uji Coba Panggilan Satelit Langsung ke Ponsel
Minggu / 21-06-2026, 19:07 WIB
Race Crew Diintimidasi Setelah Larang Pengawal Masuk Jalur Mandiri Jogja Marathon 2026
Minggu / 21-06-2026, 19:07 WIB
Timnas Spanyol Incar Kemenangan Perdana di Piala Dunia 2026 Lawan Arab Saudi
Minggu / 21-06-2026, 19:07 WIB
Kasus Pelecehan SPG di Supermarket, Guru SD Diduga Rekam Bawah Rok Korban Saat Belanja
Minggu / 21-06-2026, 19:05 WIB
Ribuan Orang Pilih Pengalaman Alam Imersif Ini, Apa Rahasianya?
Minggu / 21-06-2026, 19:04 WIB






