Ini Sosok Haji Isam, Konglomerat asal Kalsel yang Diduga Terseret Kasus Adani Group
PT Jhonlin Baratama berkembang pesat dan menjadi salah satu perusahaan batu bara terbesar di Indonesia, yang menjadikan Haji Isam salah satu pengusaha paling berpengaruh di sektor tersebut.
Namun, belakangan ini, nama Haji Isam kembali mencuat karena PT Jhonlin terseret dalam kasus dugaan manipulasi batu bara yang melibatkan Adani Group, sebuah konglomerat asal India. Kasus ini menarik perhatian publik dan media, serta menyoroti perjalanan bisnis Haji Isam dan kontribusinya di industri batu bara Indonesia.
Laporan dari The Financial Times (FT) dan investigasi dari Proyek Pelaporan Kejahatan dan Korupsi Terorganisir (OCCRP) mengungkapkan skema di mana batu bara berkualitas rendah dari PT Jhonlin diduga dikirimkan ke Adani Group dengan harga murah. Kemudian, batu bara tersebut dijual kembali dengan harga tinggi ke pembangkit listrik di India, menghasilkan keuntungan besar bagi Adani Group.
Kasus ini mendapat kecaman dari berbagai pihak, termasuk aktivis lingkungan dan LSM antikorupsi, yang mendesak penyelidikan menyeluruh dan tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang terlibat.
Kasus ini menimbulkan keraguan terhadap praktik bisnis Haji Isam dan PT Jhonlin, serta menyoroti masalah eksploitasi sumber daya alam dan praktik bisnis yang tidak etis. Meskipun begitu, Haji Isam belum memberikan pernyataan resmi terkait tuduhan ini dan pihaknya belum memberikan klarifikasi atas dokumen-dokumen yang diungkap dalam laporan tersebut.
Di sisi lain, Adani Group membantah tuduhan manipulasi dan menyatakan bahwa mereka selalu mematuhi semua peraturan dan regulasi yang berlaku. Adani Group memiliki sektor bisnis yang luas, mulai dari pembangkit listrik, penambangan batu bara, semen, bandara, media, hingga makanan, dengan beberapa sektor bisnisnya memiliki nilai pasar sekitar US$ 220 miliar pada bulan Januari.
Pada 24 Januari 2023, Hindenburg Research, sebuah kelompok investasi dari Amerika Serikat, menuduh Adani Group melakukan manipulasi saham dan skema penipuan akuntansi selama beberapa dekade. Kritikus mengatakan bahwa kedekatan Gautam Adani dengan Perdana Menteri Narendra Modi, yang juga berasal dari negara bagian Gujarat, telah memberikan keuntungan yang tidak adil bagi kelompoknya dalam memenangkan bisnis.
Update Terbaru
Israel Akan Tarik Pasukan dari Dua Wilayah di Lebanon
Sabtu / 27-06-2026, 16:01 WIB
Daftar 27 Tim Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026, Tersisa 5 Tiket
Sabtu / 27-06-2026, 16:01 WIB
Vivo X300 vs X300 Ultra: Pilih Flagship Compact atau Premium?
Sabtu / 27-06-2026, 16:01 WIB
Fakta dan Sebaran 5 Peserta Latsarmil Kopdes/Kampung Nelayan yang Meninggal
Sabtu / 27-06-2026, 16:01 WIB
Menkomdigi Imbau Waspada Aplikasi Kencan Usai Viral Kasus Penyiksaan YTR
Sabtu / 27-06-2026, 16:00 WIB
Gempa Dangkal M5,6 Guncang Pacitan, Tak Berpotensi Tsunami
Sabtu / 27-06-2026, 16:00 WIB
Pemerintah Pastikan Stok Pupuk Bersubsidi 5,1 Juta Ton Tersedia
Sabtu / 27-06-2026, 16:00 WIB
Bank Mandiri: Penempatan Dana SAL Perkuat Likuiditas dan Dorong Kredit
Sabtu / 27-06-2026, 16:00 WIB
Pengamat: Beras SPHP Gagal Tekan Harga, Bulog Simpan 5,2 Juta Ton Stok
Sabtu / 27-06-2026, 16:00 WIB
INDF dan ICBP Bagikan Dividen, Anthoni Salim Berpotensi Raup Rp3,7 Triliun
Sabtu / 27-06-2026, 16:00 WIB
Pesona Selebriti di Bawah Sinar Matahari Musim Panas Juni 2026
Sabtu / 27-06-2026, 15:56 WIB
Rayakan Ultah ke-42, Khloé Kardashian Pamer Foto Seksi
Sabtu / 27-06-2026, 15:56 WIB
Cari Perbedaan di Foto Chloe Bailey Jelang BET Awards
Sabtu / 27-06-2026, 15:56 WIB
Gempa M 5,6 Guncang Pacitan, Empat Gempa Susulan Terjadi
Sabtu / 27-06-2026, 15:56 WIB






