Saat ditemukan, korban masih mengenakan seragam dinas lengkap sebagai seorang satpam. Yang lebih membuat miris dan memicu dugaan kuat adanya tindakan pidana berat, kedua tangan korban ditemukan dalam kondisi terborgol di belakang punggung. Kondisi ini mengindikasikan bahwa korban mungkin telah dinonaktifkan atau dikendalikan oleh pelaku sebelum akhirnya kehilangan nyawa.
 
 
Imbauan Polisi: Bijak Bermedia Sosial
 
Menyikapi beredarnya informasi simpang siur dan spekulasi liar di dunia maya, AKBP I Made Purwantara mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk lebih bijak dalam bermedia sosial. Penyebaran hoaks atau kabar burung dinilai dapat menghambat proses penyelidikan dan menimbulkan keresahan yang tidak perlu di tengah masyarakat.
 
"Kami mohon agar masyarakat tidak mudah mempercayai, menyebarkan, atau membagikan kabar yang belum jelas sumber dan kebenarannya. Mari kita serahkan proses ini kepada aparat penegak hukum agar berjalan sesuai prosedur yang berlaku," tambahnya.
 
Komitmen Penuntasan Kasus
 
Polres Purwakarta berkomitmen penuh untuk menuntaskan kasus ini secara transparan, akuntabel, dan profesional. Pihak kepolisian juga membuka selebar-lebarnya saluran komunikasi bagi masyarakat yang memiliki informasi, petunjuk, maupun kesaksian terkait kasus ini untuk segera menghubungi pihak kepolisian.
 
Hingga berita ini diturunkan, proses otopsi dan visum et repertum masih terus dikaji secara mendalam oleh tim forensik kedokteran untuk memastikan penyebab pasti kematian Sumarna. Publik kini menanti langkah tegas berikutnya dari aparat penegak hukum dalam mengungkap tuntas misteri dan tragedi kemanusiaan di balik Waduk Jatiluhur ini.