Inovasi Teknologi: Program Bang Jali

Setelah pondasi sosial terbentuk, inovasi teknologi diterapkan melalui program Bang Jali (Bareng Jaga Lingkungan).

Program ini mencakup sistem keamanan digital yang terdiri dari e-Gate otomatis di empat titik, 16 CCTV yang dapat dipantau warga melalui aplikasi smartphone, panic button darurat, patroli satkamling, aplikasi monitoring warga, dan pembagian GPS gratis untuk kendaraan.

E-Gate otomatis aktif setiap pukul 00.00 hingga 05.30 WIB, berfungsi untuk mendeteksi dini siapa saja yang masuk ke lingkungan.

'Tujuannya bukan membatasi orang, tetapi melakukan deteksi dini agar potensi kriminal bisa dicegah,' jelas Imam. Hasilnya, angka pencurian motor di lingkungan tersebut menjadi nol.

'Alhamdulillah sampai sekarang zero aksi curanmor,' ujarnya.

Warga dari RT lain yang masih berada di kawasan tersebut tetap diberikan akses gratis dengan sistem registrasi.

CCTV yang terpasang dapat dipantau secara real-time oleh warga, termasuk untuk mengawasi aktivitas anak-anak yang bermain.

>>> Black Panther 3 Resmi Digarap: David Jonsson Dipilih Jadi T'Challa II, Wakanda Kembali Menyapa di 2028!

Namun, warga hanya diberikan akses untuk melihat siaran kamera tanpa dapat merekam video.

Selain itu, terdapat panic button yang dapat digunakan saat kondisi darurat seperti pencurian, kebakaran, atau kebutuhan medis.

Jika tombol ditekan bersamaan, sistem akan menutup portal lingkungan sehingga akses keluar-masuk dapat diblokade sementara.

Solusi Pengelolaan Sampah Mandiri

Setelah keamanan, program berlanjut ke persoalan sampah. Imam menilai persoalan sampah Jakarta harus diselesaikan dari sumbernya, yaitu rumah tangga.

Karena itu lahirlah Komling (Kompos Keliling). Relawan warga berkeliling setiap sore menggunakan kendaraan khusus sambil memutar jingle yang diciptakan sendiri oleh Imam.