Yang menjadi sorotan tajam adalah aspek legalitas acara tersebut. Dalam kaidah ketertiban umum, setiap kegiatan yang berpotensi mengumpulkan massa di ruang publik diwajibkan mengantongi izin keramaian dari kepolisian setempat.
 
Iptu Erlyn mengungkapkan bahwa panitia dari 'Speed Tuning' sebenarnya pernah mencoba menempuh jalur resmi. Mereka mengajukan permohonan izin keramaian ke Polsek Menteng untuk mengadakan kegiatan di sepanjang Jalan MH Thamrin. Namun, permohonan tersebut dengan tegas ditolak.
 
"Pihak panitia mengajukan izin keramaian ke Polsek Menteng, namun tidak dikeluarkan. Alasannya jelas, karena kegiatan tersebut diprediksi akan menimbulkan kepadatan arus lalu lintas yang signifikan dan mengganggu ketertiban umum," papar Erlyn.
 
Meski sudah mendapat penolakan yang disertai peringatan dini mengenai dampak kemacetan, pihak penyelenggara tetap bersikukuh menggelar acara tersebut. Sikap arogan terhadap aturan ini yang akhirnya memaksa jajaran Polsek Menteng untuk turun tangan langsung ke lokasi guna membubarkan para pemotor yang secara ilegal memadati badan jalan.
 
Motif Konten Viral di Atas Ketertiban Umum
 
Fenomena night ride yang berujung kekacauan ini menyoroti tren mengkhawatirkan di era digital: demi mengejar traffic dan konten viral, ketertiban umum seringkali dijadikan taruhan.
 
Kasatlantas Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Arry S. Utomo, memberikan analisis singkat namun menohok terkait motivasi di balik aksi tersebut. Menurutnya, kerumunan ini sengaja diciptakan untuk keperluan pembuatan konten bersama seorang influencer.
 
"Info di lapangan menyebutkan ini murni untuk cari konten, Bang. Ada selebgramnya yang menjadi daya tarik," jelas Kompol Arry.
 
Pernyataan ini membuka mata kita tentang bagaimana budaya content creation yang tidak bertanggung jawab dapat berdampak sistemik. Jalan protokol sekelas Thamrin-HI bukan arena balap atau studio dadakan. Dampaknya dirasakan langsung oleh ribuan pengguna jalan lain, pekerja shift malam, hingga pengendara yang terpaksa terjebak dalam kemacetan yang sebenarnya bisa dihindari.