Ibukota kembali diuji kesabarannya. Kawasan elit Jalan MH Thamrin hingga Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, yang biasanya ramai oleh aktivitas perkantoran dan pusat perbelanjaan, mendadak berubah menjadi lautan roda dua pada Jumat malam (24/7/2026). Sebuah acara night ride yang digelar secara sepihak oleh kelompok motor 'Speed Tuning' berhasil memicu kemacetan parah, menyita perhatian publik, dan memancing respons tegas dari aparat kepolisian.
 
Aksi yang berlangsung hingga dini hari ini bukan sekadar kumpul santai komunitas motor biasa. Di balik deru mesin dan kerumunan massa, terselip motif pembuatan konten media sosial yang melibatkan sosok selebgram ternama, Willie Salim. Namun, siapa sebenarnya dalang di balik keriuhan ini? Dan bagaimana sikap kepolisian menanggapi nekadnya penyelenggara yang mengabaikan ketertiban umum?
 
Klarifikasi Peran: Speed Tuning sebagai Penyelenggara, Willie Salim Hanya Undangan
 
Menanggapi beredarnya informasi yang menyebutkan keterlibatan aktif Willie Salim sebagai otak di balik acara tersebut, Kepolisian Resor (Polres) Metro Jakarta Pusat segera meluruskan fakta di lapangan. Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, menegaskan bahwa kelompok motor 'Speed Tuning'-lah yang bertindak sebagai penyelenggara utama.
 
"Yang menyelenggarakan dari kelompok 'Speed Tuning'. Kalau Willie Salim hanya diundang sebagai tamu dalam kegiatan tersebut," jelas Iptu Erlyn saat dikonfirmasi, Sabtu (25/7/2026).
 
Pernyataan ini penting untuk meluruskan narasi publik agar tidak salah sasaran. Kehadiran Willie Salim, yang memang dikenal memiliki basis penggemar besar di dunia otomotif dan hiburan, rupanya dimanfaatkan oleh panitia untuk menarik massa. Namun, tanggung jawab logistik dan eksekusi acara tetap berada di pundak kelompok 'Speed Tuning'.
 
Drama Perizinan: Permohonan Ditolak, Acara Tetap Dipaksa Berjalan