Mengenal Sosok Endang Yustika: Dari Kreator Konten hingga Pengusaha Muda

Di balik badai kontroversi ini, penting untuk mengenali siapa sebenarnya Endang Yustika. Wanita asal Bogor ini memposisikan dirinya sebagai seorang pengusaha muda, kreator konten, dan influencer yang aktif membangun narasi positif di dunia digital.
 
Di berbagai platform media sosial, ia lebih dikenal dengan nama akun atau branding "UC You". Melalui akun tersebut, Endang secara konsisten membagikan konten-konten yang berfokus pada dunia bisnis, produktivitas, pengembangan diri (self-improvement), serta strategi personal branding. Gaya komunikasinya yang lugas dan memotivasi berhasil menarik perhatian ribuan pengikut yang ingin belajar mandiri secara finansial.
 

Ekosistem Bisnis yang Dikelola: Dari Fesyen hingga Edukasi

Endang bukan sekadar influencer yang hanya bermodalkan popularitas. Ia mengaku telah merintis dan mengelola sejumlah usaha yang beragam. Salah satu bisnis yang cukup dikenal adalah Biu Co Store, sebuah usaha yang bergerak di bidang fesyen wanita.
 
Tidak berhenti di situ, kepeduliannya terhadap pengembangan sumber daya manusia mendorongnya untuk membuka Yousee Academy, sebuah kelas atau komunitas yang berfokus pada pengembangan diri dan keterampilan bisnis. Selain kedua entitas tersebut, Endang juga disebut-sebut memiliki beberapa usaha lain yang bergerak di sektor ritel dan kuliner, menunjukkan diversifikasi portofolio bisnis yang ia bangun sejak dini.
 

Jejak Rekam: Viral Usai Protes Dugaan Pungli di Kebun Raya Bogor

Nama Endang Yustika sebenarnya bukan kali ini saja mencuat di permukaan. Pada tahun 2025, ia pernah meraih perhatian luas dari publik setelah mengunggah sebuah video yang memprotes dugaan praktik pungutan liar (pungli) di area Kebun Raya Bogor.
 
Dalam video tersebut, Endang terlihat tegas menyuarakan ketidaknyamanan yang dialami oleh pengunjung. Aksi keberaniannya itu menuai pujian dari banyak pihak yang mengapresiasi sikapnya yang tidak takut membela hak publik, sekaligus mengukuhkan citranya sebagai sosok yang vokal terhadap ketidakadilan.