"Yang pertama, bahwa sayembara ini justru untuk mencegah terjadinya upaya main hakim sendiri atau main hakim rame-rame yang berujung pada kematian," katanya.

Ia mengatakan telah banyak menangani kasus serupa, mulai dari pencurian kendaraan bermotor hingga pencurian barang bernilai kecil yang berakhir dengan aksi kekerasan terhadap pelaku.

Menurut Dedi, keberadaan hadiah dalam sayembara diharapkan membuat masyarakat memilih menyerahkan pelaku kepada aparat daripada menghakiminya.

Dengan demikian, pelaku tetap diproses secara hukum, sementara masyarakat memperoleh imbalan yang diharapkan dapat mengganti sebagian kerugian akibat tindak kejahatan tersebut.

"Dengan adanya sayembara ini, maka ketika ditangkap maling, begal dan sejenisnya, orang cenderung tidak akan menghabisi sampai meninggal karena dia merasa akan mendapat imbalan atau hadiah dari apa yang dia lakukan," ujar Dedi.

>>> Bintang 'Below Deck' Natalya Scudder Ceritakan Kondisi Mengerikan di Pusat Penahanan AS

Ia menegaskan, tujuan utama kebijakan tersebut bukan untuk mendorong masyarakat mengambil alih tugas aparat penegak hukum, melainkan mengurangi risiko aksi main hakim sendiri yang selama ini kerap terjadi setelah pelaku kejahatan tertangkap warga.