Kabar Duka Sepak Bola Nasional: Legenda Pemain dan Pelatih Timnas Indonesia, M Basri, Tutup Usia di Usia 83 Tahun

Kabar duka yang mendalam menyelimuti dunia sepak bola Tanah Air. Salah satu legenda hidup yang telah mengabdikan seluruh hidupnya untuk kemajuan sepak bola Indonesia, Marundung Basri atau yang lebih akrab disapa M Basri dan "Om Basri", menghembuskan napas terakhirnya. Sosok yang pernah menjadi pilar penting baik sebagai pemain maupun pelatih Timnas Indonesia ini meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis intensif di salah satu rumah sakit swasta di Surabaya, Jawa Timur, pada Kamis (23/7/2026) pagi.
 
Kepergian pria kelahiran Makassar, 5 Oktober 1942, ini meninggalkan duka yang tak terukur bagi keluarga, rekan-rekan seperjuangan, hingga jutaan pecinta sepak bola Indonesia yang mengenal dedikasi dan ketangguhannya di atas lapangan hijau.
 

Konfirmasi Keluarga dan Rencana Pemakaman

Kabar wafatnya M Basri dikonfirmasi langsung oleh putra almarhum, Ridwan, dalam keterangannya kepada media, Kamis (23/7/2026). Dengan suara yang tertahan, Ridwan menyampaikan bahwa sang ayah berpulang pada pukul 05.12 WIB di Rumah Sakit Darmo, Surabaya.
 
"Iya betul, tadi pagi jam 05.12 WIB di RS Darmo," ujar Ridwan singkat namun sarat akan kesedihan.
 
Rencananya, jenazah almarhum Muhammad Basri akan disemayamkan terlebih dahulu di rumah duka yang berlokasi di Surabaya sebelum proses pemakaman dilaksanakan. Keluarga besar meminta doa dan dukungan moral dari seluruh pihak agar almarhum diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
 

Karier Gemilang sebagai Pemain: Dua Kali Juara Perserikatan Bersama PSM Makassar

Nama Muhammad Basri bukanlah nama yang asing di telinga para pemerhati sejarah sepak bola Indonesia. Sebelum dikenal sebagai seorang pelatih taktis, M Basri adalah seorang pemain dengan mental baja dan visi permainan yang luar biasa.
 
Puncak karier bermainnya terukir indah saat ia membela skuad PSM Makassar, tim kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan. Di bawah kontribusinya yang vital, PSM Makassar berhasil menorehkan sejarah emas dengan meraih gelar juara Perserikatan dua kali secara berturut-turut, yakni pada musim 1964-1965 dan 1965-1966. Prestasi ini menjadi salah satu bab paling membanggakan dalam sejarah panjang klub berjuluk "Juku Eja" tersebut.
 
Tak hanya bersinar di level klub, M Basri juga dipercaya untuk membela kehormatan bangsa. Ia tercatat sebagai bagian dari skuad Timnas Indonesia dalam periode yang cukup panjang, yakni dari tahun 1962 hingga 1973. Dedikasinya mengenakan seragam Garuda menjadikannya salah satu ikon olahraga nasional pada era tersebut.