"Satu pelajaran penting: kami melawan balik menggunakan model terbuka secara transparan. Keamanan AI tidak akan bisa diselesaikan oleh satu perusahaan secara tertutup.

Pendekatan open-source memberikan alat pertahanan ini ke tangan semua pihak," kata Adrien.

OpenAI mengungkap bahwa model-model terbarunya, termasuk GPT-5.6 Sol, sempat menembus infrastruktur Hugging Face saat dilakukan evaluasi internal terhadap kemampuan siber ofensif mereka.

Perusahaan pengembang ChatGPT itu menjelaskan bahwa model-model tersebut awalnya beroperasi di dalam lingkungan uji sandbox.

Lingkungan ini dirancang khusus untuk menyelesaikan berbagai tantangan dari ExploitGym, sebuah benchmark keamanan siber yang dikembangkan tim peneliti University of California.

Kendati begitu, setelah menyimpulkan bahwa Hugging Face menyimpan solusi dari pengujian itu, model OpenAI berhasil menemukan cara untuk mengakses informasi rahasia agar dapat mengakali evaluasi tersebut.

>>> Harga Minyak Tembus US$100 per Barel, Indonesia Waspadai Dampaknya

Pihak OpenAI menyebut peristiwa ini sebagai insiden siber yang belum pernah terjadi sebelumnya.