"Saya sempat tidak percaya dan berpikir, jangan-jangan ini adalah modus penipuan yang marak terjadi belakangan ini. Pikiran saya saat itu menolak untuk menerima kenyataan," kenang Djunaedi.
 
Keraguan tersebut baru sirna setelah pihak kepolisian berinisiatif melakukan panggilan video (video call) untuk memverifikasi identitas dan memastikan kebenaran informasi. Saat wajah sang putra bungsu terlihat di layar ponsel dengan kondisi yang tidak lagi bernyawa, benteng pertahanan emosional Djunaedi runtuh. Kebenaran yang pahit itu akhirnya harus diterima dengan lapang dada.
 
"Benar adanya, anak kami yang ada di video itu. Saat itulah saya sadar, ini bukan penipuan. Ini adalah kenyataan yang harus kami hadapi," tambahnya dengan mata berkaca-kaca, menahan haru yang begitu besar.
 
Sosok Berprestasi yang Mengabdikan Diri di Negeri Orang
 
Kehilangan ini terasa begitu berat mengingat dr. Muhammad Zulfikar Drakel, M.Res., dikenal sebagai sosok yang sangat berprestasi dan berdedikasi tinggi. Sebagai alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), ia memilih untuk mengabdikan ilmunya dengan menjalani tugas sebagai dokter di RSUD Sukadana, Kabupaten Lampung Timur.
 
Kepergiannya yang mendadak di sebuah guest house di Kota Metro, Lampung, pada Selasa (21/7/2026) sekitar pukul 19.00 WIB, menjadi teka-teki yang kini sedang dikupas tuntas oleh pihak berwenang. Kasus kematian dokter muda ini masih dalam penanganan intensif kepolisian setempat untuk memastikan tidak ada unsur kejanggalan di balik peristiwa tersebut.
 
Rumah Duka Dipadati Pelayat, Menanti Kepulangan Sang Putra
 
Kabar duka ini pun dengan cepat menyebar di Kota Sampit, memicu gelombang solidaritas dan rasa belasungkawa dari berbagai lapisan masyarakat. Pantauan di lokasi, rumah duka di Jalan Kapten Mulyono tampak dipenuhi oleh pelayat yang datang silih berganti sejak Rabu hingga Kamis pagi.