Suasana haru menyelimuti kediaman keluarga. Sejumlah papan karangan bunga dari berbagai instansi, rekan kerja, kerabat, dan sahabat almarhum berjejer rapi di halaman rumah, menjadi bukti betapa besarnya dampak dan kasih sayang yang diberikan Zulfikar semasa hidupnya. Keluarga besar kini sedang dalam masa penantian yang penuh kesabaran, mempersiapkan diri untuk menyambut kepulangan jenazah sang putra tercinta.
 
Rencana Pemakaman dan Proses Repatriasi
 
Berdasarkan informasi yang dihimpun, jenazah dr. Muhammad Zulfikar Drakel dijadwalkan akan tiba di Bandar Udara H. Asan, Sampit, pada Kamis (23/7/2026) hari ini, sekitar pukul 14.00 WIB. Proses repatriasi ini melibatkan perjalanan udara dari Lampung dengan transit terlebih dahulu di Jakarta sebelum akhirnya mendarat di tanah kelahiran sang dokter muda.
 
Setiba di Sampit, jenazah akan langsung dibawa ke rumah duka untuk disalatkan dan diberi penghormatan terakhir oleh keluarga dan kerabat. Rencananya, almarhum akan dimakamkan secara Islam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Muslimin, Jalan Antasari, Sampit, berdekatan dengan para leluhur dan tanah yang selalu ia rindukan.
 
"Semuanya sudah menjadi kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa. Sebagai keluarga, kami hanya bisa pasrah dan mendoakan yang terbaik untuk perjalanan almarhum di alam sana," tutup Djunaedi, mengakhiri perbincangan dengan penuh ketabahan.
 
Kisah duka dr. Muhammad Zulfikar Drakel menjadi pengingat bagi kita semua tentang betapa rapuhnya nyawa dan pentingnya menghargai setiap momen kebersamaan dengan orang-orang terkasih, karena kita tidak pernah benar-benar tahu kapan waktu perpisahan itu tiba.