Teror Mistis yang Melumpuhkan Satu Desa

Tidak butuh waktu lama setelah keberadaan Makam Wurung diketahui warga, serangkaian kejadian ganjil mulai melanda desa tersebut. Suasana yang tadinya damai dan tenteram berubah menjadi mencekam dalam hitungan hari.
 
Satu per satu warga desa mengalami gangguan mistis yang tidak masuk akal. Mulai dari penampakan sosok tak kasat mata yang berkeliaran di sekitar pemakaman, suara-suara aneh yang terdengar di tengah malam buta, hingga bau tanah basah yang menyengat di dalam rumah-rumah warga meskipun tidak ada hujan.
 
Puncaknya, teror tersebut bereskalasi menjadi jauh lebih mematikan. Kematian tragis mulai terjadi secara beruntun, menimpa warga yang seolah tidak memiliki hubungan satu sama lain. Lebih mengerikan lagi, fenomena kerasukan massal melanda desa tersebut, membuat puluhan warga kehilangan kesadaran dan bertingkah laku di luar kendali.
 
Warga desa yang ketakutan mulai menduga bahwa semua kejadian mengerikan ini bukan sekadar kebetulan. Mereka meyakini ada praktik ilmu hitam yang sengaja dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab, dengan menggunakan media tanah kuburan sebagai sarana ritualnya. Tanah kuburan, dalam tradisi mistis Nusantara, memang kerap dikaitkan dengan kekuatan gaib yang sangat kuat dan berbahaya jika disalahgunakan.
 

Konflik Internal Keluarga Yusuf yang Semakin Rumit

Di tengah situasi desa yang kian mencekam, keluarga Ustaz Yusuf justru menjadi sasaran empuk fitnah dan tuduhan dari warga sekitar. Kehadiran Makam Wurung yang merupakan akibat dari tindakan adik Yusuf, Ashar, membuat banyak warga menuding keluarga Yusuf sebagai dalang di balik semua teror yang terjadi.
 
Kondisi ini tentu saja menyiksa batin Yusuf secara luar biasa. Sebagai seorang ustaz yang seharusnya menjadi pelindung spiritual bagi warga desanya, ia justru merasa tidak berdaya menghadapi kekuatan gaib yang semakin liar dan tak terkendali. Konflik batin antara tanggung jawab sebagai pemimpin agama dan kewajiban sebagai kepala keluarga menjadi salah satu elemen emosional terkuat dalam film ini.
 
Tidak hanya Yusuf, anak-anaknya pun turut terseret ke dalam pusaran masalah yang jauh melampaui usia mereka. Gema, putra sulung Yusuf yang diperankan oleh Kiesha Alvaro, dan Naya, putri Yusuf yang dimainkan oleh Adzwa Aurell, secara tidak sengaja terjebak dalam rahasia kelam yang selama ini tersembunyi di balik wasiat sang nenek.
 
Keduanya harus berhadapan langsung dengan entitas iblis yang bangkit dari Makam Wurung dan mengancam nyawa siapa saja yang berada di sekitar mereka. Pertanyaan besarnya adalah: mampukah keluarga Yusuf mengungkap misteri di balik wasiat tersebut sebelum teror ilmu hitam ini menelan seluruh desa?