Evan mencoba menghubungi Jesslyn melalui telepon, surel, dan media sosial, namun tidak mendapat balasan. Ia juga meminta bantuan teman untuk melacak lokasi ponsel Jesslyn.

"Menurut Evan, HP-nya masih memancar dari rumah orang tuanya yang di Ancol, yang di Puri Jimbaran," ujarnya.

Setelah melapor ke polisi, Evan ikut mendatangi lokasi untuk olah TKP. Namun, rekaman CCTV di restoran tidak dapat diperiksa karena perangkat disebut telah rusak.

"Menurut salah seorang pegawai restoran, CCTV itu sudah tidak berfungsi sejak tiga bulan yang lalu.

Tapi kami juga mencurigai ya, artinya mendugalah ya, bisa saja ini ada kerja sama juga antara pemilik restoran dengan pihak yang diduga merampas kemerdekaan Jesslyn," katanya.

Darti juga mengungkapkan hubungan Evan dengan keluarga Jesslyn tidak harmonis. Rencana pernikahan keduanya diduga menjadi pemicu konflik.

"Sepengetahuan saya, hubungan antara Evan dengan keluarganya Jesslyn adalah tidak harmonis. Dan diduga juga, rencana perkawinan mereka itulah yang menjadi pemicu dari takdir semua ini ya.

Kita belum tahu ya, kita hanya menduga.

Tetapi bisa jadi momen ulang tahun itu adalah momen yang dimanfaatkan untuk bisa menarik Jesslyn dari Evan," ujarnya.

>>> Iran Ancam Blokir Ekspor Minyak Negara Timur Tengah Jika Perang dengan AS

Meski demikian, dugaan tersebut masih merupakan versi pihak Evan. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap fakta di balik hilangnya Jesslyn Wijaya.