"Setiap pertandingan menjadi kesempatan bukan hanya untuk melakukan penelitian mengenai kesehatan mental, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk berani mencari bantuan," kata Ratu Tisha.

Menurutnya, program tersebut mengusung semangat Beyond the Game, Into the Community, yaitu menjadikan sepak bola tidak hanya sebagai olahraga, tetapi juga sebagai instrumen perubahan sosial yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Ratu Tisha juga menyampaikan bahwa Liga Universitas Coca-Cola merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Republik Indonesia, United Nations di Indonesia, serta sektor swasta.

Kolaborasi lintas sektor tersebut dinilai menjadi langkah penting dalam mendorong isu kesehatan mental melalui pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat.

"Sepak bola memiliki kekuatan untuk menyatukan banyak pihak.

Melalui kolaborasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi jembatan untuk menciptakan perubahan sosial yang lebih luas," ujarnya.

>>> Timnas Putri Indonesia Juara Piala AFF Wanita usai Cukur Laos 5-0

Melalui forum internasional tersebut, Ratu Tisha berharap pengalaman Indonesia dalam mengintegrasikan sepak bola dan kesehatan mental dapat menjadi inspirasi bagi negara lain dalam membangun ekosistem olahraga yang lebih inklusif dan peduli terhadap kesejahteraan generasi muda.