Ia menegaskan BGN akan meninggalkan praktik pengambilan keputusan secara tertutup. Seluruh proses, kata dia, harus dilakukan secara terbuka dan transparan agar dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

"Kita bukan lagi trust in person, kemudian kita bicara di ruang-ruang yang remang-remang, yang gelap, di private room, di restoran, tapi segala sesuatu harus dibahas di ruang-ruang yang terang dan transparan dan dilihat orang," ujar Sudaryono.

Sudaryono mengatakan pembenahan tata kelola menjadi salah satu fokus utama setelah dirinya resmi memimpin BGN.

Ia menyebut lembaganya akan memperbaiki berbagai aspek yang selama ini dinilai belum transparan, termasuk mendorong digitalisasi proses kerja agar seluruh aktivitas memiliki jejak administrasi yang jelas.

Presiden Prabowo Subianto melantik Sudaryono sebagai Kepala BGN berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 78/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Badan Gizi Nasional.

>>> Sudaryono Tegaskan Zero Tolerance terhadap Korupsi di Program MBG

Ia menggantikan Nanik Sudaryati Deyang yang mengundurkan diri untuk menjalani pengobatan di luar negeri.