Piala Dunia 2026 kembali diwarnai kontroversi. Mega bintang Portugal, Cristiano Ronaldo, menjadi sorotan setelah kedapatan menyukai unggahan yang menuduh FIFA korup.

Melansir Gulf News, tanda like dari akun terverifikasi @cristiano itu kini sudah tidak terlihat. Namun, tangkapan layar telah beredar luas dan memicu perdebatan.

>>> 5 Rekomendasi Jam Tangan Alexandre Christie Wanita Termurah, Mulai Rp600 Ribuan

Ronaldo dilaporkan menyukai video dari saluran berita Spanyol, Espejo Público. Dalam video tersebut, jurnalis Rodríguez Losantos mengklaim keberhasilan Argentina ke final sudah 'diatur'.

"Argentina seharusnya sudah tersingkir lima pertandingan lalu. FIFA adalah lembaga paling korup dan membantu mereka bertahan," ujar Losantos dalam video berbahasa Spanyol.

Ia juga menambahkan bahwa Spanyol tidak hanya melawan Argentina, tetapi juga Presiden FIFA Gianni Infantino. Losantos menuduh FIFA menginginkan Messi dan koleganya tetap di turnamen.

Hingga kini, pihak Ronaldo belum memberikan klarifikasi terkait alasan like tersebut sebelum akhirnya dihapus.

>>> 7 Warna Jilbab untuk Kulit Sawo Matang agar Tampak Cerah

Kecurigaan Perlakuan Khusus

Kecurigaan terhadap jalannya kompetisi tidak hanya datang dari Ronaldo. Banyak pihak mempertanyakan kelonggaran yang diterima Argentina selama turnamen.

Argentina dinilai lolos dari hukuman berat atas pelanggaran di lapangan. Kritik memuncak setelah pemain Argentina membentangkan spanduk provokatif soal Kepulauan Falkland usai mengalahkan Inggris di semifinal.

Meski menuai reaksi negatif, Albiceleste lolos dari sanksi serius.

Polemik ini menambah daftar isu yang menyelimuti Piala Dunia 2026, termasuk protes politik Iran, kritik harga tiket, masalah visa, dan komentar Presiden AS Donald Trump.

>>> 7 Cara Ampuh Menghilangkan Luka Bekas Knalpot, Jangan Tunggu sampai Menghitam

Setelah final yang dimenangkan Spanyol, baku hantam terjadi antarpemain dan staf. FIFA mengonfirmasi investigasi resmi untuk mengusut insiden tersebut.