"Pertama, soal umrah saat bencana, saya tidak ikut," tegasnya.
 
Kemudian, terkait unggahan yang memperlihatkan perjalanan ke Korea Selatan, Nevi menjelaskan bahwa perjalanan tersebut telah berlangsung sejak lama dan bertujuan untuk keperluan medis, bukan wisata mewah. "Pergi ke Korea itu sebenarnya sudah lama, dan dalam rangka berobat mata salah satu anggota keluarga. Ke Korea ini saya juga tidak ikut," jelasnya.
 
Tak hanya soal perjalanan, pembelian mobil mewah yang dipamerkan sang anak juga menjadi bahan perbincangan hangat. Menanggapi hal ini, Nevi mengungkapkan bahwa kendaraan tersebut sejatinya adalah sebuah janji sebagai bentuk apresiasi atas prestasi akademik.
 
"Saya pernah berjanji, kalau IPK-nya bagus atau lulus di Fakultas Kedokteran Gigi reguler, saya akan membelikan mobil. Tetapi, saya tegaskan bahwa sampai sekarang pun realisasi pembelian tersebut belum ada," ungkap Nevi, mencoba memisahkan antara janji masa lalu dengan realitas saat ini.
 
Kesalahpahaman Terkait Stok BBM di Rumah Dinas
 
Salah satu unggahan yang paling memicu kemarahan publik adalah tampilan deretan jerigen berisi bahan bakar minyak (BBM) di kediamannya. Di tengah isu kelangkaan dan kenaikan harga, visualisasi ini dianggap sebagai bentuk penimbunan yang tidak etis.
 
Namun, Nevi membantah tudingan tersebut dan menyebutnya sebagai kesalahpahaman besar. Ia menjelaskan bahwa keberadaan minyak tersebut berkaitan dengan tugas resminya saat masih menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Gayo Lues.
 
"Minyak itu adalah untuk operasional tim penanggulangan bencana. Saat itu, Pemkab pernah membeli minyak dari Pemerintah Aceh Besar yang diperuntukkan bagi kebutuhan logistik tim tanggap darurat. Saya sama sekali tidak tahu kalau dokumentasi itu kemudian diunggah ke media sosial oleh anak saya," jelas Nevi dengan raut wajah yang tampak tertekan.