Mereka berpendapat bahwa perang tersebut merupakan perang yang dipilih (war of choice), bukan perang yang didorong oleh kebutuhan (war of necessity).

Demokrat juga mempertanyakan Menhan Pete Hegseth terkait apa yang mereka nilai sebagai pernyataan yang tidak konsisten dan kurang jelas mengenai operasi militer AS di Iran selama ini.

Senator Jon Ossoff mempertanyakan mengapa pemerintahan Trump meminta tambahan anggaran setelah sebelumnya menyatakan bahwa kemampuan tempur lawannya telah berhasil dilumpuhkan.

Sejumlah senator Demokrat lainnya menyoroti berbagai kebutuhan dalam negeri yang dinilai lebih layak menerima pendanaan tersebut, seperti layanan penitipan anak, layanan kesehatan, serta bantuan biaya energi bagi rumah tangga.

Argumen-argumen tersebut mencerminkan meningkatnya ketidakpuasan publik terhadap perang, yang hingga kini masih sangat tidak populer di Amerika.

Bahkan di kalangan pendukung Presiden Donald Trump sendiri, terdapat sedikit dukungan untuk mengalokasikan anggaran tambahan untuk perang melawan Iran.

Selama kampanye pemilu, banyak pemilih mendukung Trump karena percaya bahwa ia akan mencegah atau mengakhiri perang-perang di luar negeri.

Oleh karena itu, kebijakan pemerintahannya yang secara agresif melanjutkan konflik dengan Iran dinilai bertolak belakang dengan harapan banyak pemilih terhadap kepemimpinannya.

>>> Menteri Jumhur Ingatkan Pemda Tak Abai Persoalan Lingkungan

Seiring meningkatnya kekhawatiran masyarakat Amerika mengenai besarnya biaya perang, jatuhnya korban di kalangan personel militer AS, serta berlanjutnya keterlibatan militer di Timur Tengah, dukungan publik terhadap perpanjangan operasi militer tersebut tampaknya masih sangat terbatas.