Pemerintah Korea Selatan meluncurkan dana senilai 150 miliar won (sekitar Rp1,5 triliun) untuk mendorong penggunaan kecerdasan buatan (AI) dan perlindungan kekayaan intelektual di industri budaya.

Langkah ini diambil untuk memastikan gelombang budaya Korea atau K-culture tetap berkelanjutan setelah lebih dari dua dekade mendominasi pasar global.

>>> Film 'The World Before' Karya Yoon Dan-bi Bersaing di Festival Film Toronto

Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata bersama Komisi Jasa Keuangan (FSC) mengumumkan K-Culture Value-Up Fund pada Rabu (22/7).

Dana tersebut merupakan skema publik-swasta terbesar yang pernah dirancang untuk menggabungkan modal ventura negara dengan teknologi baru di bidang seni kreatif.

Pemerintah akan menyuntikkan 50 miliar won dari anggaran negara, ditambah 30 miliar won dari Korea Development Bank dan Advanced Strategic Industry Fund.

Lembaga pengelola berharap dapat menarik lebih dari 70 miliar won dari investor swasta.

Strategi ini menandai perubahan struktural dalam kebijakan budaya Korea. Sebelumnya, dana ventura pemerintah untuk media dan hiburan hanya sekitar 50 miliar won.

Menurut Dirjen Kebijakan Industri Budaya Kementerian Kebudayaan, Kim Kyung-hwa, satu konten kini bisa merambah ke berbagai industri.

Webtoon dan game, misalnya, bisa berkembang ke televisi, film, dan pertunjukan langsung, yang pada akhirnya mendorong pariwisata dan ekspor konsumen.

>>> NCT Wish dan RESCENE Akan Meriahkan Pool Party di Caribbean Bay

Dana tersebut dibagi menjadi dua bagian utama. Sebanyak 100 miliar won dialokasikan untuk AI dan kekayaan intelektual.

Perusahaan ventura yang memanfaatkan bagian ini harus mengarahkan setidaknya 25 persen dananya ke perusahaan yang menerapkan AI dalam pembuatan konten atau mengadaptasi kekayaan intelektual di musik, game, dan video.

Sisanya sebesar 50 miliar won akan mendukung produksi dan distribusi konten tradisional.

Inisiatif ini merupakan proyek pertama yang dijalankan di bawah model National Growth Fund yang baru.

Model tersebut dirancang untuk menggabungkan modal dari berbagai kementerian guna membiayai industri skala besar di dalam negeri.

Kepala Satuan Tugas National Growth Fund di FSC, Son Young-chae, mengatakan dana tersebut akan terus menghubungkan Advanced Strategic Industry Fund dengan inisiatif lintas kementerian.

>>> KATSEYE Rilis Single Baru 'Animal', Tampilkan Konsep Gelap dan Sinematik

Pemerintah akan menerima proposal dari manajer aset hingga 12 Agustus, dengan seleksi akhir dijadwalkan pada September.