Bukan Berarti Pergi Sepenuhnya: Nanik Akan Tetap Mengawasi BGN

Meski telah melepas jabatan eksekutifnya sebagai Kepala BGN, dedikasi Nanik S Deyang terhadap misi peningkatan gizi nasional tidak serta-merta berhenti. Dalam keterangan yang sama, ia menegaskan bahwa ia akan tetap terlibat dalam pengawasan jalannya lembaga tersebut.
 
Presiden Prabowo reportedly meminta Nanik untuk tetap ikut mengawasi kinerja BGN. Lebih jauh, terdapat potensi besar bahwa Presiden akan membentuk sebuah dewan pengawas khusus untuk Badan Gizi Nasional dan implementasi program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
 
Dalam struktur dewan pengawas yang baru ini, Nanik S Deyang diproyeksikan akan dipercaya untuk menjabat sebagai ketua. Langkah ini dinilai sangat strategis. Dengan pengalamannya yang mendalam, Nanik dapat memberikan arahan kebijakan tanpa harus membebani fisiknya dengan tugas-tugas operasional harian yang berat.
 

Mengapa Pengawasan Nanik Tetap Krusial bagi Program MBG?

Badan Gizi Nasional (BGN) memegang peranan vital dalam menyukseskan program unggulan pemerintah, khususnya Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar anak-anak sekolah dan kelompok rentan di seluruh Indonesia. Program ini membutuhkan perencanaan matang, eksekusi yang presisi, serta pengawasan ketat agar anggaran yang dikeluarkan benar-benar berdampak pada penurunan angka stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
 
Kehadiran Nanik S Deyang sebagai ketua dewan pengawas nantinya diharapkan dapat menjadi jembatan kontinuitas. Ia memahami seluk-beluk tantangan di lapangan, dinamika birokrasi, serta peta jalan yang telah dirancang sebelumnya. Dengan posisinya yang baru, ia dapat memberikan evaluasi objektif dan rekomendasi strategis kepada Presiden tanpa terbebani oleh tekanan administratif sehari-hari.