Khutbah Jumat 24 Juli 2026: Mengupas Tuntas Hikmah Mengingat Kematian sebagai Bekal Utama Menyongsong Kehidupan Akhirat
Ukuran Teks
Hikmah Dzikrul Maut: Membersihkan Dosa dan Menumbuhkan Sikap Zuhud
Salah satu hikmah terbesar dari mengingat kematian adalah tumbuhnya sikap zuhud di dalam hati. Penting untuk dipahami bahwa zuhud dalam Islam bukan berarti meninggalkan dunia secara total, hidup miskin, atau tidak bekerja. Sebaliknya, zuhud adalah kondisi di mana dunia berada di genggaman tangan kita, tetapi tidak bersemayam di dalam hati kita. Kita tidak berlebihan dalam mencintai kehidupan dunia hingga melupakan kewajiban akhirat.
Selain menumbuhkan sikap zuhud, mengingat kematian juga memberikan sejumlah manfaat psikologis dan spiritual yang luar biasa, di antaranya:
- Mempermudah Proses Taubat: Hati yang sadar akan kematian akan lebih lunak dan mudah untuk kembali kepada Allah, meninggalkan maksiat yang selama ini dianggap "manis".
- Memperbanyak Amal Kebaikan: Waktu menjadi sangat berharga. Setiap detik akan dimanfaatkan untuk hal-hal yang produktif dan bernilai pahala.
- Menanamkan Rasa Syukur: Nikmat sekecil apa pun, seperti kesehatan dan napas yang masih berhembus, akan disyukuri dengan sungguh-sungguh.
Landasan Dalil: Al-Qur'an dan Hadits sebagai Panduan Spiritual
Untuk memperkuat pemahaman kita, Allah SWT telah memberikan peringatan yang sangat jelas dalam Al-Qur'an. Dalam Khutbah Jumat nanti, jemaat akan diajak untuk merenungkan firman-Nya dalam Surah Ali Imran ayat 185:
كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
Artinya: "Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan." (Q.S. Ali Imran [3]: 185).
Ayat ini secara tegas mengajarkan bahwa kekekalan hanyalah milik Allah. Dunia adalah mata' al-ghurur (kesenangan yang memperdaya). Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk mengingat hakikat diri yang diciptakan dari ketiadaan dan akan kembali menuju ketiadaan di dunia ini, sebelum akhirnya menghadap Allah SWT.
Rasulullah SAW pun secara khusus memerintahkan umatnya untuk memperbanyak mengingat kematian. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, sebagaimana dicatat oleh Imam Ibnu Abi ad-Dunya dalam kitabnya Dzikr al-Maut (halaman 81), Nabi SAW bersabda:
Editor: Hasyim Wijaya
Update Terbaru
Investasi Peternakan Sapi Perah Terbesar di Indonesia Dimulai di Brebes
Rabu / 22-07-2026, 12:50 WIB
Pemerintah Andalkan Riset untuk Percepat Hilirisasi Industri Sawit
Rabu / 22-07-2026, 12:49 WIB
RUU PFII Disiapkan Jadi Fondasi Pusat Keuangan Global, Pemerintah Bidik Arus Investasi Jangka Panjang
Rabu / 22-07-2026, 12:49 WIB
DUNLOP Luncurkan GEOMAX EN92 di Hiu Selatan Hard Enduro 2026
Rabu / 22-07-2026, 12:49 WIB
Timnas Indonesia Bantai Bali United 3-0 di Uji Coba Jelang Piala AFF
Rabu / 22-07-2026, 12:49 WIB
Angkot Listrik di Depok Gunakan Wuling Mitra EV
Rabu / 22-07-2026, 12:49 WIB
Hybrid Race Wellnest Festival Hari Kedua Dipadati Peserta Perempuan
Rabu / 22-07-2026, 12:49 WIB
Sidang Praperadilan Ketiga Roy Suryo Ditunda Satu Pekan
Rabu / 22-07-2026, 12:49 WIB
Choirul Anwar Eks Dirut Kebun Binatang Surabaya jadi Tersangka Korupsi Pakan Satwa Rp10,2 Miliar
Rabu / 22-07-2026, 12:47 WIB
Modal Rp10 Juta, Anak Muda 23 Tahun Raup Omzet Puluhan Juta dari Bisnis Agen Lion Parcel
Rabu / 22-07-2026, 12:46 WIB
BYD Resmi Gandeng PSG dan Manchester City, Target Jadi Raksasa Otomotif Global
Rabu / 22-07-2026, 12:45 WIB
Arsjad Rasjid Dorong Ekosistem Halal Indonesia Tembus Pasar Global
Rabu / 22-07-2026, 12:45 WIB







