3. Kopi Kintamani dari Bali terkenal dengan aroma citrus dan floral yang segar.

Tingkat keasaman yang cerah membuat kopi ini terasa ringan dan berbeda.

Karakter tersebut dipengaruhi oleh tanah vulkanik dan kondisi perkebunan di dataran tinggi Kintamani. Kopi ini cocok untuk pour over dan manual brew.

4. Kopi Java menawarkan karakter rasa seimbang dengan aroma cokelat, kacang, dan sedikit karamel.

Rasanya yang lembut membuat origin ini mudah diterima berbagai kalangan.

Kopi dari Pulau Jawa sering digunakan sebagai kopi harian karena tidak terlalu pahit maupun terlalu asam. Cocok untuk tubruk dan V60.

5. Kopi Mandailing berasal dari Sumatera Utara.

Kopi ini memiliki body lembut dengan tingkat keasaman rendah, didominasi nuansa earthy, herbal, dan cokelat.

>>> OJK: Penempatan SAL Rp381 Triliun Tak Lagi Diperdebatkan di KSSK

Mandailing sering dipilih oleh penikmat kopi yang kurang menyukai rasa asam tetapi tetap menginginkan aroma kompleks. Cocok untuk espresso dan French Press.

6. Kopi Flores Bajawa berasal dari Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur.

Origin ini dikenal dengan body sedang, keasaman seimbang, serta aroma cokelat, karamel, dan sedikit sentuhan kacang.

Rasanya yang lembut membuat Flores Bajawa sering direkomendasikan bagi penikmat kopi yang baru mulai mencoba single origin Indonesia.

7. Kopi Papua Wamena ditanam di dataran tinggi Papua Pegunungan.

Kopi ini memiliki karakter bersih dengan aroma floral, sedikit buah, serta body ringan hingga sedang.

Tingkat keasamannya yang lembut membuat kopi ini nyaman dinikmati tanpa tambahan gula. Cocok untuk V60 dan Chemex.

8. Kopi Lintong berasal dari kawasan Lintong Nihuta, Sumatera Utara.

Origin ini memiliki body tebal dengan aroma cokelat, rempah, dan sedikit sentuhan herbal.