Meski tanpa presentasi, buku proposal yang disiapkan sudah sangat detail.

Di dalamnya terdapat perkenalan latar belakang pribadi, riwayat pendidikan, rekam jejak karier, bisnis properti di Bali, serta latar belakang orang tua Rozaan agar keluarga Chalista lebih mengenal calon besan.

Salah satu alasan Rozaan menyusun proposal secara struktural adalah perbedaan latar belakang adat yang kuat. Ia ingin memastikan seluruh prosesi pernikahan menghormati tradisi kedua belah pihak.

Dalam timeline, Rozaan merinci perpaduan adat Bugis dan Minang, mulai dari Mappettuada hingga Batimbang Tando, akad, dan resepsi.

Proposal setebal 14 halaman ini juga memuat bab 'Kenapa Yakin?' yang menjabarkan kecocokan visi-misi, rencana tempat tinggal, studi S-2, pengembangan bisnis, hingga target waktu membangun keluarga.

>>> Kortas Polri Bantah Kriminalisasi dalam Kasus Eks Wakapolri Oegroseno

Sebagai penutup, proposal dilengkapi galeri foto perjalanan cinta Rozaan dan Chalista selama 3 hingga 3,5 tahun berpacaran, lengkap dengan doa dan harapan untuk masa depan.