Sebuah pesawat Alaska Airlines Boeing 787-9 Dreamliner yang terbang menuju Seattle kembali dengan selamat ke Bandara Fiumicino Roma pada 19 Juli 2026.

Keputusan kembali diambil setelah kru penerbangan mendeklarasikan keadaan darurat di udara akibat indikasi getaran mesin.

>>> Ratusan Orang Hadiri Pemakaman Pemain Sepak Bola Mississippi Nolan Wells

Penerbangan AS181 yang dioperasikan dengan pesawat registrasi N780HA lepas landas dari Roma sekitar pukul 15.45 CEST untuk layanan non-stop yang baru diperkenalkan ke Bandara Internasional Seattle-Tacoma.

Data pelacakan penerbangan menunjukkan pesawat awalnya naik dengan mulus ke ketinggian jelajah 34.000 kaki saat terbang di atas Prancis sebelum mengalami masalah teknis dua jam setelah perjalanan.

Kru penerbangan kemudian menurunkan ketinggian menjadi 25.000 kaki di atas Inggris Raya dan menyiarkan keadaan darurat umum dengan menyetel transponder ke kode squawk 7700 di dekat pantai Atlantik.

Untuk mengurangi berat pendaratan, pesawat melakukan manuver pembuangan bahan bakar di atas perairan terbuka sebelum berbalik arah menuju Italia.

>>> FIGC Dekati Pep Guardiola untuk Tangani Timnas Italia

Menurut pernyataan maskapai, pengembalian yang tidak terjadwal ini dipicu oleh indikasi getaran mesin yang memerlukan pendaratan segera setelah teridentifikasi.

Pesawat mendarat dengan selamat di landasan pacu 16R Bandara Fiumicino Roma sekitar pukul 21.15 CEST, mengakhiri penerbangan yang berlangsung lebih dari lima setengah jam.

Layanan darurat bersiaga saat kedatangan, namun tidak ada laporan korban luka di antara penumpang dan awak.

>>> Android Auto Akhirnya Hadirkan Speedometer di Google Maps

Pesawat saat ini menjalani inspeksi teknik untuk menentukan penyebab getaran, sementara maskapai telah menyiapkan pesawat pengganti untuk membawa penumpang yang terdampak ke Seattle.