"Katanya yang pertama, Valenth itu terlalu baik karena suka meminjamkan uang ke temannya. Dan uang itu yang dipinjamkan ke pelaku semua.

Itu ada bukti chatnya kalau itu," ungkap Arnold.

Keluarga juga menerima informasi bahwa korban pernah diajak terlibat dalam penggelapan uang perusahaan oleh rekannya, namun ditolak. Korban yang mengetahui rencana itu dikhawatirkan akan melaporkannya ke perusahaan.

Meski begitu, keluarga belum menerima informasi resmi dari penegak hukum Armenia soal motif maupun pelaku.

Arnold mengaku masih berkomunikasi dengan kakaknya beberapa jam sebelum menerima kabar duka.

Komunikasi terakhir terjadi sekitar pukul 01.00 WITA pada Rabu (15/7) atau Selasa (14/7) waktu Armenia.

Saat ditemukan, korban dalam kondisi tangan, kaki, dan mulut terikat lakban.

>>> Persis Solo Resmi Datangkan Terens Puhiri untuk Pegadaian Championship 2026/2027

"Waktu itu saya syok saya matikan telepon saya tidak dengar jauh lagi, tapi infonya saya dengar memang waktu dibuka (jenazahnya) ada banyak darah," ujar Arnold.