Mobilitas masyarakat di Nagari Anduriang, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, mulai kembali normal setelah jembatan darurat di atas Sungai Batang Anai dibuka untuk umum.

Beroperasinya akses tersebut menjadi kabar baik bagi ribuan warga yang selama ini terdampak akibat terputusnya jalur penghubung utama.

>>> Mary Jo Shannon Sakit Apa? Benarkah Akibat Serangan Jantung? Berikut Kronologi Tewasnya Nenek Kardashian-Jenner

Jembatan darurat kembali difungsikan setelah pekerjaan normalisasi alur Sungai Batang Anai berhasil diselesaikan lebih cepat dari jadwal.

Berkat koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), TNI, Polri, serta berbagai pihak terkait, pekerjaan yang semula diperkirakan membutuhkan waktu tiga hari dapat diselesaikan hanya dalam dua hari.

Pada tahap awal, jembatan dibuka untuk pejalan kaki, sepeda motor, dan kendaraan roda tiga.

Sementara itu, kendaraan roda empat masih belum diizinkan melintas karena konstruksi jembatan bersifat sementara dan masih memerlukan penyempurnaan, termasuk pemasangan pagar pengaman di kedua sisi.

Meski demikian, berfungsinya kembali jembatan tersebut telah membawa harapan baru bagi masyarakat.

Jalur ini menjadi akses utama yang setiap hari dimanfaatkan lebih dari 2.000 kendaraan dan melayani mobilitas sekitar 40 ribu penduduk di kawasan Kecamatan 2x11 Kayu Tanam.

"Kami benar-benar bersyukur jembatan ini bisa dibuka lebih cepat. Sekarang anak-anak bisa sekolah dan kami bisa bekerja tanpa harus memutar jauh.

>>> Prabowo Buka Peluang Beri Bantuan Bahan Bangunan ke Masyarakat

Semoga pembangunan jembatan permanen segera dimulai," ujar Rino, warga setempat.

Pembangunan Jembatan Permanen

Sebagai bagian dari rehabilitasi dan rekonstruksi permanen, Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional telah menyiapkan pembangunan jembatan baru sepanjang 140 meter yang terdiri atas dua bentang masing-masing 70 meter.