Kapten timnas Argentina, Lionel Messi, sempat mendesak wasit Slavko Vincic untuk mengeluarkan kartu merah kepada Marc Cucurella di final Piala Dunia 2026.

Messi menilai Cucurella menutup mulut saat berbicara dengannya. Berdasarkan aturan terbaru FIFA, gerakan menutup mulut dianggap pelanggaran serius.

>>> Bank Mandiri Perkuat Layanan Lewat Kampanye Nyaman Bersama Mandiri

Namun, wasit Vincic tidak mengabulkan permintaan Messi. Dalam tayangan ulang, Cucurella hanya menyentuh bibir sepersekian detik tanpa benar-benar menutup mulut.

Perbedaan dengan Kasus Lain

Situasi ini berbeda dengan kasus Miguel Almiron dari Paraguay. Ia mendapat kartu merah karena menutup mulut saat melawan Turki di Piala Dunia 2026.

Pemain Ekuador, Piero Hincapie, juga dihukum kartu merah karena hal serupa di babak 32 besar.

Namun, wasit tidak selalu menganggap gerakan tangan di mulut sebagai pelanggaran.

>>> Pemerintah Targetkan Seluruh SPBU Salurkan B50 Mulai 1 Oktober

Harry Kane dari Inggris sempat berbicara dengan wasit sambil meletakkan tangan di dekat mulut, tetapi tidak mendapat sanksi.

Konteks gerakan tersebut dinilai bukan untuk menutupi ujaran negatif.

Aturan kartu merah untuk pemain yang menutup mulut baru diterapkan di Piala Dunia 2026. Aturan ini muncul setelah insiden rasialisme dalam pertandingan Real Madrid vs Benfica.

>>> Kemlu Tindak Lanjut Dugaan Penyanderaan Dua WNI di Myanmar

Saat itu, pemain Real Madrid, Vinicius Jr, melaporkan bahwa Gianluca Prestianni dari Benfica menutup mulut saat menyampaikan kata-kata bernada rasialisme.