Berdasarkan keterangan awal, sebelumnya terdapat lima orang bertahan di atas gabus tersebut usai kecelakaan. Namun, dalam perjalanan hanyut selama beberapa hari, tiga orang di antaranya diduga meninggal dunia.

"Kedua korban mengaku terpaksa melepaskan jenazah ketiga rekannya ke laut setelah dua malam bersama dan karena kondisi jenazah telah membusuk.

Identitas ketiga korban belum dapat dipastikan," tutur Didid.

Operasi SAR hari kelima dilakukan pada area seluas 1.305 nautical mile persegi yang dibagi ke dalam empat sektor pencarian.

Dukungan meliputi KN SAR Puntadewa 250, KN SAR Pacitan 102, KRI Marlin 877, KRI Hiu 634, serta unsur TNI, Polri, BPBD, Syahbandar, dan kapal nelayan.

Komandan KRI Marlin-877 Letkol Laut (P) Rahmad Kurniawan Sembiring menyampaikan, setelah korban ditemukan, mereka dievakuasi ke atas kapal untuk mendapatkan pertolongan pertama dan perawatan medis dasar.

Operasi SAR dilanjutkan pada pukul 16.00 WITA bersama KRI Marlin-877 untuk mencari tiga orang rekan korban yang masih hilang.

"Korban kami bawa ke Pulau Jampea, Kabupaten Kepulauan Selayar untuk mendapatkan tindakan medis lebih lanjut," katanya.

Sebelumnya, KM Nurul Salsa berlayar dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar pada Rabu (15/7) sekitar pukul 05.00 WITA dengan membawa 78 penumpang.

>>> Anwar Ibrahim Ungkap Kerugian Dana Pensiun Malaysia Rp875 M akibat Kasus eFishery

Kapal tenggelam setelah mengalami gangguan mesin di perairan barat Pulau Polassi, sekitar 43 NM dari Pelabuhan Benteng Selayar.