Namun, juru taktik berusia 65 tahun itu memiliki memori unik saat pertama kali berhadapan dengan Messi remaja pada Mei 2004.

>>> Infantino Puji Messi dan Yamal Jelang Final Piala Dunia 2026

Saat itu, Messi masih di akademi Barcelona dan De la Fuente menukang tim U-19 Sevilla.

"Saat itu semua orang membicarakan seorang bocah bernama Messi. Jadi, kami menerapkan man-marking kepadanya.

Hingga menit ke-70 skor masih 0-0. Namun, ketika pemain yang mengawalnya mendapat kartu kuning, saya memutuskan untuk menariknya keluar.

Hasilnya? Hanya dalam waktu 15 menit, Messi mencetak empat gol," kenang De la Fuente.

Meski memiliki kenangan buruk, De la Fuente yakin timnya tidak akan mengalami nasib serupa pada laga final Piala Dunia 2026.

"Apakah itu artinya kami akan melakukan man-mark hari Minggu nanti? Jawabannya tidak.

Apakah kami akan memberikan perhatian ekstra kepadanya? Ya, tentu saja.

Namun dengan cara yang persis sama seperti mereka harus mengawasi para pemain berbahaya kami," tambahnya, merujuk pada pilar serang Spanyol seperti Lamine Yamal dan Mikel Oyarzabal.

Lini pertahanan Spanyol yang baru kebobolan satu gol sepanjang turnamen wajib meningkatkan fokus, terutama di 15 menit terakhir pertandingan.

Argentina dan Messi kerap menunjukkan kegilaan mereka menjelang peluit panjang.

Statistik mencatat, dari total 19 gol yang dicetak Argentina sepanjang turnamen, 12 gol di antaranya lahir pada menit ke-75 atau lebih.

>>> 3 Jenis Alas Kaki yang Sebaiknya Dihindari saat Naik Pesawat

Dari 12 gol telat tersebut, Messi berkontribusi langsung dengan mencetak empat gol dan mengemas tiga assist.