"Akibat jadwal konferensi pers dan urusan lainnya, kami terpaksa menjalani sesi latihan yang aneh dan terburu-buru. Kami bahkan hampir tidak sempat menguji taktik apa pun di lapangan," lanjutnya.

Scaloni menegaskan bahwa fokus utama timnya saat ini adalah mengembalikan kebugaran, mengingat beberapa pilar pentingnya tidak berada dalam kondisi 100 persen fit akibat jadwal yang padat.

Meski sebagian pihak menilai Scaloni hanya mencari-cari alasan sebelum laga dimulai, keluhan pelatih berusia 48 tahun itu nyatanya didukung oleh data historis yang valid.

Riset dari The Athletic mengungkapkan sebuah tren krusial: dalam 13 dari 14 edisi terakhir Piala Dunia dan Piala Eropa, tim yang memainkan laga semifinal lebih awal selalu keluar sebagai juara.

Fakta bahwa Spanyol mengantongi waktu istirahat tambahan dan memiliki waktu lebih banyak untuk mematangkan taktik jelas menjadi keuntungan masif di turnamen singkat seperti ini.

>>> Persija Jakarta Resmi Rekrut Gelandang Bosnia Stjepan Loncar

Scaloni juga menilai seharusnya FIFA mengizinkan Argentina berlatih pada sore atau malam hari saat cuaca lebih sejuk dan memindahkan agenda konferensi pers ke waktu siang hari.