Kontroversi Ulta Levenia Nababan: Sebut Jas Almamater UI sebagai 'Daster', Tenaga Ahli Utama KSP Ini Tuai Badai Kritik di Media Sosial
Ukuran Teks
Pernyataan ini sontak dianggap melampaui batas. Bagi komunitas akademik, jas almamater bukan sekadar pakaian, melainkan simbol identitas, kebanggaan, dan perjuangan intelektual mahasiswa. Menyamakannya dengan "daster" dinilai sebagai bentuk delegitimasi dan penghinaan terhadap institusi pendidikan setua dan sebesar Universitas Indonesia.
Reaksi publik pun tidak menunggu lama. Kolom komentar dan berbagai platform media sosial langsung dibanjiri oleh kritik tajam. Banyak pengguna internet menilai bahwa seorang pejabat publik, apalagi setingkat Tenaga Ahli Utama KSP, seharusnya memegang standar etika komunikasi yang lebih tinggi. Kritikan menyoroti adanya ketimpangan kuasa (power imbalance) dalam cara Ulta merespons kritik dari seorang mahasiswa.
Tak berhenti di situ, Ulta tampaknya semakin memanaskan suasana dengan membagikan tangkapan layar (screenshot) komentar yang juga mengkritik mahasiswi tersebut. Ia pun menyelipkan kalimat bernada sarkas yang mengarah pada figur politik tertentu. "Retorika-retorika kosong. Hmmm, mirip capres yang ono yahh. Siapa namanya?" tulisnya, menambahkan lapisan politis pada konflik yang sejatinya bisa diselesaikan secara akademis.
Kasus ini mengangkat kembali diskusi penting mengenai budaya kritik di Indonesia. Di satu sisi, pemerintah dan jajarannya berhak meminta data yang akurat terkait evaluasi program nasional seperti Makan Bergizi Gratis. Namun di sisi lain, cara menyampaikan kritik tersebut harus tetap menjunjung tinggi martabat lawan bicara, terlebih ketika yang dikritik adalah mahasiswa yang sedang belajar menyampaikan aspirasi publik.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi maupun permintaan maaf dari Ulta Levenia Nababan maupun pihak Kantor Staf Presiden terkait unggahan yang dianggap merendahkan tersebut. Publik kini menunggu apakah akan ada tindak lanjut institusional atau ini hanya akan tenggelam begitu saja di tengah hiruk-pikuk berita media sosial.
Insiden ini menjadi pengingat keras bagi siapa pun yang memegang jabatan publik: kata-kata memiliki bobot dan konsekuensi. Di era digital di mana setiap unggahan dapat direkam dan diperdebatkan oleh jutaan orang, kedewasaan dalam berargumen dan menghargai simbol-simbol akademik adalah harga mati yang tidak bisa ditawar.
Bagaimana menurut Anda? Apakah kritik yang disampaikan seorang pejabat harus selalu dibalut dengan etika yang ketat, ataukah kebebasan berekspresi di media sosial pribadi tetap menjadi hak mutlak? Ruang diskusi di kolom komentar masih terbuka lebar.
Editor: Hasyim Wijaya
Update Terbaru
Kronologi Kericuhan Argentina vs Spanyol: Paredes Cekik Eric Garcia
Selasa / 21-07-2026, 00:29 WIB
Wawancara Black Clover: Sutradara dan Pengisi Suara Asta Bicara Musim Baru
Selasa / 21-07-2026, 00:29 WIB
Manga Flower and Asura Berakhir pada Agustus 2026
Selasa / 21-07-2026, 00:28 WIB
Kebut Pemulihan Distribusi BBM di Medan, Elnusa Petrofin Tambah Armada dan Personel
Selasa / 21-07-2026, 00:28 WIB
Produsen: Rencana Motor Listrik Nasional Harus Berbasis Industri yang Ada
Selasa / 21-07-2026, 00:28 WIB
Motor Nasional Harus Dibangun dari Teknologi Lokal, Bukan Sekadar Perakitan
Selasa / 21-07-2026, 00:28 WIB
Prabowo: Indonesia Disebut Bakal Ditinggalkan Investor, Tapi S&P Tetap Positif
Selasa / 21-07-2026, 00:28 WIB
6 Negara Otomatis Lolos ke Piala Dunia 2030 sebagai Tuan Rumah
Selasa / 21-07-2026, 00:27 WIB
Xiaomi Rilis Pencukur Listrik Murah dengan Daya Adaptif dan IPX7
Selasa / 21-07-2026, 00:27 WIB
79 Napi Berisiko Tinggi dari Lapas Makassar Dipindahkan ke Nusakambangan
Selasa / 21-07-2026, 00:22 WIB
Timnas Spanyol Tiba di Madrid usai Juara Piala Dunia 2026
Selasa / 21-07-2026, 00:22 WIB
Rano Karno Minta Bank Jakarta Sediakan ATM di Seluruh Rusun DKI
Selasa / 21-07-2026, 00:22 WIB
GAME Masuk Administrasi dengan Utang £15,8 Juta, Laporan Sebut Digital Gaming dan Brexit
Selasa / 21-07-2026, 00:22 WIB
Todd Howard Akui Sering Dapat Ide dari Reddit, Bethesda Terus Dengarkan Fans
Selasa / 21-07-2026, 00:22 WIB







