KEK Kendal Gandeng 54 SMK dan 17 Perguruan Tinggi untuk Siapkan SDM Industri Teknologi Tinggi
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal terus memperkuat strategi pengembangan sumber daya manusia (SDM) guna memenuhi kebutuhan investor, khususnya perusahaan manufaktur yang mengadopsi teknologi tinggi.
Langkah tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan puluhan sekolah vokasi, perguruan tinggi, hingga lembaga pelatihan kerja. Tujuannya agar ketersediaan tenaga kerja terampil dapat mengikuti perkembangan kebutuhan industri.
>>> Apple Intelligence Resmi Masuk China dengan Dukungan AI Alibaba Qwen
Direktur Eksekutif KEK Kendal, Juliani Kusumaningrum, menyatakan bahwa kerja sama ini melibatkan 54 SMK dan 17 perguruan tinggi.
Selain itu, KEK Kendal juga menggandeng berbagai lembaga pelatihan kerja untuk memperluas jangkauan program pengembangan SDM.
Program ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri. Dengan demikian, lulusan diharapkan siap bekerja di sektor manufaktur berteknologi tinggi yang ada di KEK Kendal.
Juliani menambahkan bahwa kolaborasi ini juga mencakup penyusunan kurikulum yang relevan dengan industri.
Hal ini penting agar materi pembelajaran di sekolah dan perguruan tinggi sesuai dengan perkembangan teknologi terkini.
>>> Polemik Ijazah Jokowi: Roy Suryo Dilaporkan, Pengamat Sebut Ada Pengalihan Isu
KEK Kendal sendiri merupakan kawasan industri yang menampung berbagai perusahaan manufaktur, terutama dari sektor elektronik, otomotif, dan barang konsumsi.
Kebutuhan akan tenaga kerja terampil terus meningkat seiring bertambahnya investor.
Dengan adanya program ini, KEK Kendal berharap dapat menciptakan ekosistem SDM yang kuat dan berkelanjutan.
Hal ini juga menjadi daya tarik bagi investor baru yang ingin berinvestasi di kawasan tersebut.
Langkah KEK Kendal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas SDM Indonesia.
>>> Roy Suryo vs Jokowi: Ijazah Mantan Menteri Dinilai Tak Urgen Diperdebatkan
Kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri diharapkan dapat mempercepat pemerataan tenaga kerja terampil di berbagai sektor.
Update Terbaru
Android 17 QPR 2 Beta 1 Hadir dengan Perbaikan Bug Besar untuk Pixel
Selasa / 21-07-2026, 05:56 WIB
Blac Chyna Klaim Mantan Pacar Twin Hector Terus Menelepon, Dia 'Sangat Ketakutan'
Selasa / 21-07-2026, 05:36 WIB
Anne Hathaway Menangis Tersanjung Pujian Whoopi Goldberg di The View
Selasa / 21-07-2026, 05:35 WIB
Mantan Istri Bintang NFL Thomas Davis Terima Kesepakatan dalam Kasus Penganiayaan
Selasa / 21-07-2026, 05:35 WIB
Penggemar Cubs Pukul Pria yang Duduk Saat Lagu Kebangsaan
Selasa / 21-07-2026, 05:35 WIB
SUV dan Van Listrik Raksasa Rusak Jalan China, Pemerintah Cari Solusi
Selasa / 21-07-2026, 05:35 WIB
SUV dan Van Listrik Raksasa Rusak Jalan China, Pemerintah Cari Solusi Pendanaan
Selasa / 21-07-2026, 05:35 WIB
Joe Hart Kecam Kericuhan Argentina, Puji Sportivitas Messi
Selasa / 21-07-2026, 05:33 WIB
Ramalan Zodiak 21 Juli: Cancer Harus Sabar, Leo Singkirkan Keraguan
Selasa / 21-07-2026, 05:33 WIB
10 Server Minecraft Indonesia yang Lagi Ramai & Wajib Dicoba 2026
Selasa / 21-07-2026, 05:33 WIB
Daftar 14 Pemain Timnas Voli Indonesia di Leg 2 SEA V Cup 2026
Selasa / 21-07-2026, 05:28 WIB
Purbaya Pastikan Stabilitas Ekonomi RI Terjaga pada Semester I 2026
Selasa / 21-07-2026, 05:28 WIB
Kontroversi Proyek Perluasan Bandara Kenya dan Keterlibatan China
Selasa / 21-07-2026, 05:24 WIB
FIFA Investigasi Keributan Final Piala Dunia 2026, Paredes Terancam Sanksi
Selasa / 21-07-2026, 05:24 WIB







