Viral Cekcok Pelanggan dan Tukang Jahit di Sibangkaja, Badung: Kronologi Lengkap, Klarifikasi, hingga Respons Aparat Hukum
Ukuran Teks
Narasi Tandingan: Klarifikasi Sang Penjahit
Di tengah badai hujatan yang mengarah kepadanya, video klarifikasi dari pihak penjahit, seorang ibu paruh baya, mulai beredar sebagai narasi tandingan. Dalam videonya, sang penjahit memberikan sudut pandang yang berbeda mengenai insiden tersebut.
Ia berdalih bahwa pada saat kejadian, pelanggan datang tepat ketika ia sedang menjalani waktu makan sore. Sang penjahit mengaku telah meminta kesediaan pelanggan untuk menunggu sekitar 15 menit hingga ia selesai makan, namun permintaan tersebut ditolak.
Menurut versi penjahit, sang pelanggan bersikap tidak sabar dan dinilai kurang ajar karena bersikap kasar kepada orang yang lebih tua. Ia juga menyayangkan fakta bahwa video peristiwa yang sebenarnya terjadi sekitar tiga pekan lalu, baru diviralkan belakangan ini. Sang penjahit mengaku baru mengetahui keberadaan video tersebut setelah diberi tahu oleh anaknya, yang merasa khawatir dengan dampak sosial yang ditimbulkan.
Sorotan Warga Sekitar: Jam Operasional yang Dinilai Tidak Menentu
Pantauan langsung di lokasi pada Sabtu (18/7/2026) sore menunjukkan bahwa bilik ruko "Sintya Talor" tersebut tertutup rapat. Tidak ada aktivitas yang terlihat di tempat usaha yang kini menjadi pusat perhatian publik tersebut. Upaya konfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp (WA) kepada pemilik usaha hingga berita ini diturunkan juga belum membuahkan hasil.
Namun, keterangan dari warga setempat memberikan gambaran tambahan mengenai dinamika operasional usaha tersebut. Salah seorang warga di sekitar lokasi, yang meminta identitasnya dirahasiakan, mengungkapkan bahwa jam buka penjahit tersebut cenderung tidak menentu.
"Kadang buka jam 9 pagi, kadang lewat jam 2 sore. Pernah juga buka sampai malam. Ibunya sering juga lembur menjahit sampai jam 10 malam ke atas. Dia orang dari desa terdekat, tapi kami kurang tahu asli mana," ujar warga tersebut kepada awak media, Sabtu (18/7/2026).
Warga itu juga menambahkan bahwa interaksi sehari-hari dengan sang penjahit tergolong minim karena fokus pada pekerjaan masing-masing. "Saya jarang ngobrol, paling sepintas saja karena fokus kerja. Kalau kemarin malam buka, sampai sekarang (Sabtu sore) belum buka," imbuhnya.
Editor: Hasyim Wijaya
Update Terbaru
Boston Symphony Orchestra Catat Surplus Rp 27,5 Juta, Bantah Klaim Endowment Terkuras
Senin / 20-07-2026, 00:56 WIB
Princess Charlene Pimpin Gala Palang Merah Monako dengan Gaun Emas Berkilau
Senin / 20-07-2026, 00:56 WIB
The New York Times Rilis Strands Puzzle 868 Bertema Big Talk
Senin / 20-07-2026, 00:56 WIB
China Larang AI Pacar demi Tingkatkan Angka Kelahiran
Senin / 20-07-2026, 00:51 WIB
Apple Perbarui Aplikasi Android dengan Widget Layar Utama dan Berbagi ke WhatsApp
Senin / 20-07-2026, 00:51 WIB
Trump Minta FIFA Larang Atlet Transgender Sebelum Piala Dunia 2031
Senin / 20-07-2026, 00:51 WIB
Trump Minta FIFA Larang Atlet Transgender Sebelum Piala Dunia 2031
Senin / 20-07-2026, 00:50 WIB
Demokrat Sulit Manfaatkan Ketidakpuasan terhadap Trump untuk Pemilu 2026
Senin / 20-07-2026, 00:50 WIB
George Russell Hadapi Masalah Kecepatan Lurus di Kualifikasi Spa
Senin / 20-07-2026, 00:49 WIB
Link Live Streaming Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia 2026
Senin / 20-07-2026, 00:49 WIB
Jetlag Terasa Lebih Parah Kalau Terbang ke Arah Timur, Ini Alasannya
Senin / 20-07-2026, 00:49 WIB
Sehari Pulang Kampung, Veda Ega Langsung Tancap Gas di Mandalika
Senin / 20-07-2026, 00:49 WIB
Farhan Halim dan Hendra Kurniawan Raih Penghargaan Individu di SEA V Cup 2026 Leg 1
Senin / 20-07-2026, 00:49 WIB
Wanita Michigan Klaim Hadiah Powerball Rp16 Miliar Beberapa Jam Sebelum Kedaluwarsa
Senin / 20-07-2026, 00:47 WIB







