"Saya merasa santai dan menjalaninya satu langkah demi satu langkah," ujar Ohashi.

Ia mengaku tidak menyukai rutinitas dua pass, tetapi menerima kondisinya saat ini.

Bekerja dengan Kondos Field memberikan perspektif eksternal yang membantu Ohashi menyempurnakan gerakannya di balok dan lantai.

"Saya suka perspektif, jadi memiliki mata ketiga pada senam saya sangat membantu. Kami sangat nyaman satu sama lain, jadi dia bisa mengendalikan saya.

Dia tahu kemampuan saya, jadi dia bisa mendorong saya," kata Ohashi.

Ohashi berusaha memaksimalkan nilai awal di balok keseimbangan untuk mencapai total skor yang dibutuhkan untuk kejuaraan Agustus.

"Saya masih memiliki nilai awal yang layak. Semoga bisa menciptakan ruang di balok untuk mencapai target itu," ujarnya.

Jadwal pribadi yang sibuk memaksa mantan atlet UCLA itu untuk fokus pada tujuan kompetitif langsung.

"Hidup saya sangat sibuk beberapa bulan terakhir, jadi saya tidak punya pilihan selain menjalaninya hari demi hari. Saya tidak bisa terlalu maju.

>>> Kemnaker: 32.389 Pekerja Kena PHK hingga Juni 2026, Naik 8.919 dalam Sebulan

Hanya mencoba hidup di saat ini, bernapas sebanyak mungkin, dan menikmati posisi saya," jelas Ohashi.

Ohashi menekankan bahwa memulai kembali pada 2026 sangat penting untuk menghindari tekanan di akhir karier.

"Semuanya datang lebih cepat dari yang dibayangkan.

Jika saya mulai lebih lambat atau mencoba bertanding tahun depan untuk pertama kalinya, saya akan merasa lebih perlu melakukan sesuatu.

Tahun ini, saya merasa santai," katanya.

Sebelumnya, Ohashi menceritakan interaksi lucunya dengan peraih medali emas Olimpiade Jade Carey dan juri yang dikenalnya di pertemuan elit pertamanya.

"Saya duduk melambai ke semua orang. Saya seperti, 'hai, hai, hai!'