Strategi tersebut mendapat respons positif dari Ahmad Erani Yustika.

Sekjen ESDM itu mengaku terkesan dengan cita rasa Lontong Opor Pak Pangat yang baru pertama kali ia cicipi.

>>> Ahli Sarankan Magnesium Glisinat untuk Dikonsumsi Sebelum Tidur

"Dulu saya membayangkan kalau opor yang enak itu berasal dari tempat kelahiran saya atau dari kabupaten/kota lain," tutur Erani.

"Tapi setelah merasakan langsung Lontong Opor Pak Pangat Ngloram, ini yang paling top. Yang lain gugur sebelum semifinal!"

selorohnya yang langsung disambut tawa seisi warung.

Secara detail, Erani memuji tekstur makanan yang disajikan. "Lontongnya tidak terlalu padat sehingga sangat enak, dipadukan dengan opor yang rasanya luar biasa," tambahnya.

Apresiasi jujur dari seorang pejabat pusat ini menjadi angin segar sekaligus suntikan modal psikologis bagi pelaku UMKM kuliner di Blora.

Pengakuan ini menegaskan bahwa cita rasa lokal Blora tidak kalah saing dengan kuliner kota-kota besar.

Menjaga Fondasi Ekonomi Rakyat

Lontong Opor Pak Pangat hanyalah satu dari ribuan potret UMKM yang sedang didorong untuk naik kelas.

Pemerintah daerah menyadari bahwa UMKM adalah pilar utama yang menjaga nadi perekonomian warga.

Pemkab Blora secara paralel terus menggenjot program pemberdayaan.

Mulai dari pendampingan usaha dan pelatihan berkala, fasilitasi kemudahan perizinan, penguatan branding dan digitalisasi pemasaran, hingga membuka akses promosi di berbagai event daerah hingga kancah nasional.

Arief menegaskan bahwa kemajuan Blora tidak boleh hanya diukur dari megahnya proyek infrastruktur fisik, melainkan dari seberapa berdaya ekonomi masyarakatnya.

>>> Miyamoto Ungkap Super Mario World dan Super Mario 64 sebagai Game Favoritnya

Melalui sepiring lontong opor ayam kampung yang hangat, Blora mengirimkan pesan ke tingkat nasional: bahwa di ujung Jawa Tengah ini, ada rasa yang berkelas, ada UMKM yang tangguh, dan ada keramahan yang selalu siap menyambut siapa saja yang datang.