Ia menilai ekspor ini menunjukkan bahwa kopi yang disimpan melalui SRG memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar internasional.

>>> Viral Momen Presenter Dihinggapi Kecoa Saat Siaran Langsung

Selain menjadi instrumen pembiayaan, SRG juga dinilai mampu menghubungkan petani dengan pasar ekspor.

"Melalui SRG, petani memiliki posisi tawar yang lebih kuat, memperoleh akses pembiayaan yang mudah, serta jaminan kualitas dan kuantitas komoditas," kata Tirta.

Sementara itu, Ketua Koperasi Gunung Luhur Berkah Miftahudin Saf mengatakan ekspor kopi ke Tiongkok akan berlanjut dengan sembilan kontainer berikutnya.

Adapun pengiriman ke Maroko berpotensi mencapai delapan hingga sembilan kontainer setiap bulan.

Menurutnya, pemanfaatan SRG memberi keleluasaan bagi petani untuk menyimpan komoditas dan menjualnya saat harga lebih menguntungkan, sekaligus menjaga ketersediaan pasokan untuk memenuhi permintaan pasar ekspor.

Sejak memanfaatkan SRG pada 2020, ekspor kopi yang dilakukan koperasi tersebut disebut terus mengalami peningkatan.

"Melalui pemanfaatan SRG, petani dapat menyimpan komoditas, menjual pada saat harga terbaik, serta andil dalam menjaga ketersediaan pasokan untuk memenuhi permintaan ekspor.

>>> Setelah Liburan, Perlukah Servis Mobil? Ini Tips Perawatannya

Sejak memanfaatkan SRG pada 2020, ekspor komoditas Koperasi Gunung Luhur Berkah terus mengalami peningkatan," tutupnya.