Viral Pagar Baru Mengelilingi Mal Pakuwon Group di Surabaya: Bukan Karena Demo atau Ekonomi, Ini Fakta Sebenarnya di Lapangan!

Belakangan ini, jagat media sosial di Surabaya diramaikan oleh fenomena visual yang cukup menyita perhatian: berdirinya pagar-pagar baru yang mengelilingi sejumlah pusat perbelanjaan ikonik milik Pakuwon Group. Mulai dari Pakuwon Mall di Surabaya Barat, Royal Plaza di Surabaya Selatan, hingga Tunjungan Plaza dan Pakuwon City Mall, kini tampak lebih "terkunci" dibandingkan sebelumnya.
 
Perubahan fisik yang cukup mencolok ini memicu gelombang spekulasi di kalangan netizen. Sebagian warganet mengaitkan langkah ini dengan kondisi ekonomi yang sedang tidak menentu, sementara dugaan lain menyebutkan bahwa ini adalah bentuk antisipasi manajemen terhadap aksi demonstrasi yang kerap berpusat di kawasan inti Kota Surabaya.
 
Namun, manajemen Pakuwon Group dengan tegas meluruskan seluruh anggapan liar tersebut. Pemasangan pagar ini bukanlah bentuk kepanikan atau sinyal bahaya, melainkan langkah strategis yang murni bertujuan untuk meningkatkan standar keamanan, keselamatan, dan kenyamanan para pengunjung.
 

 

Berawal dari Radial Road, Merambah ke Seluruh Properti

Direktur Marketing Pakuwon Group, Sutandi Purnomosidi, mengaku sangat memahami besarnya rasa ingin tahu dan perhatian masyarakat terhadap perubahan di properti mereka. Justru, ia melihat respons hangat ini sebagai bukti positif bahwa masyarakat memiliki rasa memiliki (sense of belonging) yang tinggi terhadap pusat perbelanjaan yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup warga Surabaya.
 
"Kami dari Pakuwon Group mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan. Ini menunjukkan bahwa masyarakat merasa memiliki mal-mal yang biasa mereka kunjungi. Sehingga, ketika ada perubahan fisik, hal itu terasa aneh dan memicu pertanyaan," ujar Sutandi kepada Sinergianews, Jumat (17/7/2026).
 
Ia menjelaskan bahwa inisiatif pemasangan pagar sebenarnya bermula dari kawasan Pakuwon Mall di Surabaya Barat. Alasannya sangat praktis dan mendesak: mengantisipasi lonjakan aktivitas lalu lintas seiring dengan beroperasinya jalan Radial Road.
 
Kawasan terbuka di sekeliling Pakuwon Mall memiliki bentang yang sangat luas, mencapai hampir 1,5 kilometer dari ujung ke ujung. Tanpa pembatas yang memadai, area ini rentan menimbulkan risiko kecelakaan lalu lintas, terutama ketika pengunjung parkir di seberang jalan, turun dari kendaraan online (ojol), dan berusaha menyeberang secara spontan.
 
"Tujuannya sangat simpel, yakni menghindari kecelakaan. Ketika Radial Road dibuka penuh, itu akan menjadi jalan raya yang sangat padat. Keberadaan pagar adalah bentuk proteksi nyata bagi pejalan kaki," imbuh pria yang akrab disapa Sutandi tersebut.